SuaraBanten.id - Tumpukan sampah yang terjadi di Sungai di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, menjadi sorotan bagi semua pihak.
Dibalik tumpukan sampah tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang malah mengeluh kaitan tidak memiliki tempat pembuangan sampah akhir (TPSA).
Kepala DLH Kabupaten Serang Prauri mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tidak memiliki TPSA karena sudah tidak lagi bekerja sama dengan Pemkot Serang maupun Pemkot Cilegon terkait pembuangan sampah.
"Kita mau buang sampah kemana saya tanya, coba solusinya apa, Pemkab Serang saat ini tidak memiliki TPSA," katanya.
Saat ini, Pemkab Serang masih melakukan pembebasan lahan di Kecamatan Mancak untuk dijadikan TPSA yang masih dalam tahap proses penilaian.
"Lahan di Kecamatan Mancak untuk dijadikan TPSA saat ini masih proses pembebasan lahan, kita maunya secepatnya ini selesai kalau bisa tahun ini. Karena kalau tidak ada TPSA mau kemana buang sampahnya," katanya.
Ia mengatakan bahwa sampah di sungai tersebut sebelumnya pernah diangkut oleh Pemkab Serang bersama dengan Kodim Serang. Namun tumpukan sampah tersebut kembali menumpuk di aliran sungai karena banyaknya masyarakat yang membuang sampah ke sungai.
"Sampah itu sudah pernah kita angkut, tapi ya gitu numpuk lagi. Memang perlu kesadaran dari masyarakatnya, kami melakukan sosialisasi kepada warga di sekitar lokasi tersebut juga sudah dilakukan terkait pemilahan sampah sudah disampaikan," katanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin, tumpukan sampah nampak menutupi aliran sungai yang didominasi oleh sampah-sampah plastik rumah tangga.
Aliran sungai kurang lebih sepanjang 500 meter dipenuhi sampah plastik sehingga menghambat aliran air.
Bahkan, airnya pun berwarna hitam pekat dan menimbulkan aroma yang tidak sedap ketika berjalan menyusuri sungai tersebut.
Tinggi hamparan sampah di sungai tersebut hampir sejajar dengan jalan di sampingnya, bahkan lokasi sungai ini persis berada di pemukiman warga.
Salah seorang warga sekitar, Juminah, mengaku tumpukan sampah yang mayoritas dari sampah rumah tangga tersebut terjadi sudah bertahun-tahun.
"Warga mau buang sampah kemana lagi gak ada tempatnya. Jadinya dibuang ke sungai. Ada tempat sampah, sepuluh hari juga udah penuh karena tidak pernah ada yang ngangkut," katanya. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Banten Jadi Tuan Rumah Latihan Militer 19 Negara
-
Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka
-
Kekeringan di Tangsel Semakin Meluas hingga 30 Titik, 3.423 Jiwa Terdampak
-
Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
-
10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda