SuaraBanten.id - Bunga Telang Bernilai Ekonomis di Tangan Petani Muda Asal Pandeglang
Bunga telang berhasil olah menjadi hal bernilai ekonomis oleh petani muda asal Kabupaten Pandeglang, Banten bernama Muhammad Teguh Arrosid (22). Tak tanggung-tanggung pengolahan bunga telang itu bahkan mendatangkan omzet senilai Rp20 juta per bulan.
Menurut pengakuannya, Teguh bisa memproduksi hingga 5 kilogram bunga telang per hari yang ditanam di pekarangan rumahnya. Bunga telang itu diolah menjadi produk berupa aneka minuman seperti teh celup dan teh tubruk.
"Dalam sehari kita mampu memanen sebanyak 5 kilogram bunga telang yang diolah menjadi 50 bungkus aneka minuman teh celup dan tubruk," katanya di Kampung Curuggaru, Desa Kadugemblo, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang, Minggu.
Baca Juga: Geger Penemuan Granat Nanas di Mekarjaya Pandeglang, Ditemukan di Kebun Warga
Bunga telang ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dengan harga Rp6.000 per botol dan Rp17.000 per bungkus. Dan untuk pemasaran dilakukan secara daring melalui online shop dan telah dipasarkan hingga Aceh, Bali, Makassar, Medan, Kalimantan, dan Bogor.
"Dalam sebulan kita mampu menjual olah bunga telang kurang lebih sebanyak 500 sampai 1.500 per bungkus dan botol," katanya.
Dari hasil olahan bunga telang, Teguh mengaku berhasil meraup omzet hingga Rp20 juta perbulan. Dengan memberdayakan petani setempat untuk membantu melakukan budidaya dan mengolah tanaman bunga telang.
Teguh yang kini masih menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengaku berbekal pengetahuan tentang produk herbal tanaman bunga telang dari hasil yang dipelajarinya selama kuliah.
Atas keberhasilannya dalam mengolah bunga telang Teguh juga terpilih sebagai Young Ambassador Agriculture 2023 Kementerian Pertanian.
Baca Juga: Warga Angsana Pandeglang Tenggelam di Sungai Ciliman, Hilang dan Belum Ditemukan
Pemuda kelahiran 18 April 2002 ini telah merintis dan menekuni sebagai petani muda dan berwirausaha sejak 2021. Sejak saat itu telah aktif sebagai pemateri, narasumber maupun guru tamu diberbagai kegiatan terkait dengan isu pembangunan pertanian, UMKM dan wisata di Provinsi Banten.
Berita Terkait
-
Adik Ipar Bupati dan Adik Cagub Banten Dituding Curang di Pilkada Pandeglang, Muncul Istilah DPT Tegak Lurus
-
Bos Rental Tewas Setelah Minta Bantuan Polisi, Anaknya Ungkap Pengakuan Mengejutkan
-
Petani Muda Aceh Bersyukur Mendapatkan Kesejahteraan dari Pertanian Modern
-
Naik Perahu Karet, Gus Ipul Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir Pandeglang
-
Mimpi Petani Muda Jogja: Lestarinya Pertanian Organik dan Berkelanjutan
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kawasan Banten Lama Dipadati Ribuan Peziarah Pada Libur Lebaran
-
Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil Dipadati Ribuan Wisatawan
-
Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang Bakal Digelar Sederhana, Buntut Efisiensi Anggaran
-
Pantai Batu Saung Anyer Dipadati Wisatawan Saat Libur Lebaran 2025
-
KMP Mutiara Ferindo II Kebakaran, 17 ABK Dievakuasi Tim SAR