SuaraBanten.id - Uang Kuliah Tunggal (UKT) alias biaya kuliah di Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta ) untuk mahasiswa baru dikabarkan tidak naik dari tahun lalu. Hal tersebut diketahui melalui Surat Keputusan Rektor Untirta Nomor 402/UN43/KPT.HK.02/2024.
Dalam surat keputusan tersebut, diputuskan bahwa UKT bagi mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Untirta Tahun Akademik 2024/2025 tidak mengalami kenaikan.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas) Untirta, Adhitya Angga Pratama, Senin (27/5/2024).
Angga mengatakan, besaran UKT di Untirta bervariasi antara Rp500 ribu hingga Rp7,5 juta per semester, tergantung program studi dan kategori kemampuan ekonomi mahasiswa.
Berikut beberapa rincian UKT Untirta Kelompok I yaitu Rp500 ribu per semester untuk semua program studi. Kemudian Kelompok VIII yaitu Program Studi Hukum Rp6 juta per semester. Program Studi Kedoktera Rp22 juta per semester.
Program Studi Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Kimia, Pendidikan Matematika Kelompok I sebesar Rp500 ribu per semester dan Kelompok VII sebesar Rp7,5 juta per semester.
Sementara Program Studi Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Metalurgi, Teknik Sipil, Informatika dan Statistika minimal Rp500 ribu per semester dan maksimal Rp7 juta per semester.
"UKT ini sama dengan UKT tahun lalu, sehingga tidak ada kenaikan UKT di Untirta," tegas Angga.
Kabar baik ini tentunya menjadi angin segar bagi calon mahasiswa baru Untirta. Bagi kamu yang ingin melanjutkan studi di Untirta, tidak perlu khawatir dengan kenaikan UKT.
"Segera persiapkan diri untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan raih kesempatan berkuliah di Untirta dengan biaya UKT yang terjangkau," ujarnya.
Berita Terkait
-
Rp2,7 Miliar KIP Kuliah Salah Salur ke Mahasiswa Meninggal, Kok Bisa Lolos?
-
Sukses Tanpa Gelar: Bahaya Romantisasi Kemiskinan di Balik Mahalnya UKT
-
Di Balik Polemik UKT dan Roh Pendidikan Tinggi: Saatnya Kampus Elite Berbagi dengan Kampus Daerah
-
Pendidikan Tinggi Sedang Sekarat, Kenapa Negara Malah Sibuk Urus Makan Gratis?
-
Ketika PTN Berubah: Dari Subsidi Negara ke Kemandirian Kampus
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya
-
Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026
-
Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan