SuaraBanten.id - Tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kota (Pemkot) Serang, Banten diganjar sanksi moral lantaran diduga terlibat kampanye politik menjelang pemilu 2024.
Terkait hal tersebut, Sekda Kota Serang, Nanang Syaefudin mengatakan, ketiga ASN tersebut diduga menyalahgunakan jabatanya untuk kepentingan politik.
"Terkait jumlah ASN yang telah melanggar netralitas ASN ada tiga orang yang sudah diberikan sanksi moral," kata Nanang kepada wartawan, Senin (22/1/2024).
Kata Nanag, pihaknya tengah menyelidiki kasus yang terlibat menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan Pemilu 2024. Jika terbukti, ASN tersebut akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Nanti ada mekanisme tentu kalau memang itu terjadi nanti Bawaslu yang nantinya akan memproses dan menyerahkan ke bawaslu dan nanti menyerahkan rekomendasinya seperti apa siapa yang bawanya,” kata Nanang.
Nanang juga mengimbau kepada seluruh ASN di Kota Serang untuk menjaga netralitas dalam Pemilu 2024. Ia mengingatkan bahwa ASN dilarang berkampanye atau terlibat dalam kegiatan politik praktis.
“Kita juga harus praduga asas tak bersalah dulu apakah betul memang itu benar atau tidaknya. Tapi kalau melihat kendaraannya memang itu identik motor ASN apakah betul yang datang itu ASN,” kata Nanang.
Nanang menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap ASN yang melanggar netralitas dalam Pemilu 2024. Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas dan profesionalitas ASN dalam menjalankan tugasny
Baca Juga: Rumah Anggota DPRD Lebak Digasak Maling, 6 Handphone dan Surat Berharga Hilang
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tepis Isu Memisahkan Diri, Sultan Banten ke-18 Tegaskan Komitmen Setia pada NKRI
-
Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Sembunyikan Emas Rp63 Miliar di Anus dan Kemaluan, 7 WNA China Ditangkap di Bandara Soetta