SuaraBanten.id - Muhyani (58) Pengembala kambing yang menewaskan maling yang membawa golok di Ketileng, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten bisa bernafas lega usai perkaranya dihentikan oleh Kejaksaan Negeri atau Kejari Serang pada Jumat (15/12/2023).
Meski demikian, pengembala kambing itu mengaku dirinya tak akan pernah lupa momen saat harus menjalani proses penahanan di Rutan Serang meski hanya selama 6 hari. Muhyani ditahan lantaran menewaskan maling kambing karena membela diri.
Seperti diketahui, Muhyani sempat ditahan usai ditetapkan tersangka pada 15 September 2023 dan dilakukan penahanan di Rutan Serang pada 7 Desember 2023.
Meski akhirnya, Muhyani dipulangkan usai penangguhan penahanannya dikabulkan Kejari Serang pada Rabu 13 Desember 2023.
"Pengalaman di blok (penjara) alhamdulillah, enggak ada pengalaman yang pahit karena semua baik, pada ngehargain bapak setelah tau kronologisnya kayak gimana, malah kepala bloknya juga menghormati," kenang Muhyani saat berbincang dengan awak media, Sabtu (16/12/2023).
Banyaknya dukungan yang diberikan oleh para tahanan lain kepada dirinya, diakui Muhyani turut menjadi penyemangat untuk tetap tegar menjalani proses hukum yang dihadapinya saat itu.
"Di dalam blok banyak yang ngasih support, ngasih saran ke bapak, dan bapak terima, alhamdulillah, biarpun di blok banyak yang menghargai," katanya.
Nanum, Muhyani tak memungkiri sempat mengalami syok saat pertama kali mendengar dirinya akan dijebloskan ke dalam penjara. Bahkan, Muhyani mengaku sempat terpukul saat menjalani hari-hari di dalam penjara.
Tak hanya itu, lanjut Muhyani, tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukannya selama mendekam di balik jeruji turut membuat pikirannya semakin kalut memikirkan nasib yang menimpanya.
Baca Juga: Ratusan Ulama dan Kyai di Banten Dukung Prabowo-Gibran Jadi Presiden 2024
"Ya syok bukan main, bapak kalau ga mikir nasib, kan orang ga punya, ga mungkin ga tau gimana. Ya sangat terpukul, biasa selalu beraktivitas (pas di luar)," ujarnya.
Meski hanya menjalani proses penahanan selama 6 hari, diakui Muhyani, itu merupakan waktu yang terasa sangat lama yang pernah dialaminya sepanjang hidup lantaran belum pernah sekalipun merasakan dinginnya berada di balik jeruji besi.
"Berasa lama 6 hari itu, karena bapak kan setiap harinya juga ga bisa diem di rumah, kadang pulang nukang (kuli) itu ke sawah buat ngarit (cari rumput) dulu, nanti nukang lagi, nanti ke sawah lagi, terus malamnya nyari ikan di Domas," ungkap Muhyani.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam
-
Curi Suku Cadang Dua Kapal, Tiga Orang Ditangkap dengan Kerugian Rp800 Juta
-
Usut KMP Batumandi Terbakar hingga Terbalik di Merak, Polisi Periksa Penumpang dan Sopir
-
Pasca Kebakaran KMP Batumandi, Tim SAR Lakukan Pendinginan di Merak
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu