SuaraBanten.id - Pengangkatan tiga Penjabat (Pj) Kepala Daerah di Provinsi Banten dari pejabat kementerian menuai sorotan publik. Bahkan, ada dugaan hal itu dilakukan untuk mengakomodir kepentingan salah satu paslon di Pilpres 2024 mendatang.
Diketahui, ketiga pejabat itu adalah pejabat Badan Nasional Pengelola Perbatasan Kemendagri Yedi Rahmat yang ditunjuk menjadi Pj Wali Kota Serang, pejabat eselon II Kepala Biro Adpim Setjen Kemendagri Andi Ony Prihartono yang ditunjuk sebagai Pj Bupati Tangerang dan pejabat Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Iwan Kurniawan yang ditunjuk sebagai Pj Bupati Lebak.
Pengamat Kebijakan Publik, Miftahul Adib mengatakan, ditunjuknya para pejabat dari Kemendagri dan tidak terpilihnya pejabat asli daerah seolah menandakan ketidakpercayaan pemerintah pusat terhadap potensi pejabat-pejabat asli daerah.
"Secara tidak langsung memang betul pemerintah pusat seolah tidak percaya dengan kompotensi kualitas pejabat daerah," kata Adib, Jumat (8/12/2023).
Tak hanya itu, menurut Adib, pengisian jabatan Pj kepala daerah dari Kemendagri langsung dinilai dapat melemahkan posisi pejabat daerah untuk lebih berperan dalam melanjutkan dan menyelesaikan persoalan yang ada di daerah.
Padahal lanjutnya, para pejabat asli daerah merupakan orang yang lebih paham tentang kebutuhan dan keberlanjutan program pembangunan yang ditinggalkan oleh bupati dan wali kota sebelumnya.
"Justru dengan munculnya dari pemerintah pusat, ini dinilai melemahkan pejabat daerah karena pejabat daerah yang mengerti soal kekurangan, program pembangunan karena mereka yang membuat aturan, rancangan," terangnya.
Bahkan, ia menilai, sosok para penjabat kepala daerah yang ditunjuk pemerintah pusat di tiga daerah Banten dianggap tidak memiliki kompetensi untuk bisa cepat menyelesaikan persoalan di daerah yang dipimpinnya.
Lebih jauh, ia menerangkan para penjabat kepala daerah yang diisi oleh pejabat dari pemerintah pusat tidak akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah lantaran akan membutuhkan proses adaptasi yang cukup lama.
Baca Juga: Sawah di Lebak Banten Tak Bisa Ditanami Padi, Diduga Tercemar Limbah Pengolahan Sawit
"Tapi saya kira banyak mudhorotnya. Dia tidak tahu secara penuh internal. Pj dari pusat saya melihat seperti ban serep saja, yang penting ada," terangnya.
"Karena kalau dibantah, Pj yang dikirim nggak bagus-bagus amat. Justru mereka orang baru harus menyesuaikan, membaca, adaptasi, ya malah menghambat pembangunan," imbuh Adib.
Dengan kondisi seperti itu, kata Adib, tak heran saat ini muncul sebuah paradigma mengenai upaya pemerintah pusat menggunakan penjabat kepala daerah sebagai kepanjangan tangan untuk memenangkan salah satu kontestan di Pilpres 2024.
Pasalnya, disampaikan Adib, pemerintah pusat bisa dengan mudah mengevaluasi para penjabat kepala daerah selama kurun waktu tiga bulan hingga bisa melakukan pergantian bila memang dirasa kinerjanya kurang maksimal.
"Malah kebalikannya, saya antitesa. Jangan-jangan pemerintah pusat itu menggunakan tangan Pj ini hanya untuk kepentingan politik saja," ungkapnya.
Terlebih, diungkapkan Adib, para penjabat kepala daerah diberi tugas pokok untuk menyelesaikan stunting, kemiskinan ekstrem, inflasi dan mensukseskan Pemilu 2024 sebagai indikator pencapaiannya selama menjabat.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Buka Akses Kerja Inklusif, BRI Kembali Gelar Peduli Sahabat Disabilitas
-
Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri
-
Suyudi Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri, MFF Syndicate Soroti Tantangan Polri ke Depan
-
Dari Kapolda hingga BNN, Golkar Nilai Ketegasan Komjen Suyudi Sangat Dibutuhkan Polri
-
Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal