SuaraBanten.id - SuaraBanten.id- Berdiri sejak 2 November 2007 pemekaran dari Kabupaten Serang, Kota Serang ditunjuk sebagai Ibukota Provinsi Banten dan juga sebagai pusat budaya Sunda Banten dan Jawa Serang.
Selain terdapat sisa-sisa bangunan bersejarah masa kejayaan Kesultanan Banten, Kota Serang pun menawarkan banyak tempat wisata dan juga memiliki kuliner khas yang lezat.
Tentunya bagi Anda para pelancong dari luar kota, kurang afdol rasanya bila berkunjung ke Kota Serang tidak menikmati kuliner khas Ibukota Provinsi Banten ini.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini 7 kuliner khas yang wajib dicoba dan cocok juga untuk dijadikan sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah saat berkunjung ke Kota Serang.
1. Rabeg
Makanan sejenis semur yang biasanya menggunakan daging kambing dengan bumbu yang agak pedas. Dimana beberapa rabeg juga terkadang memakai jeroan kambing sebagai bahan utamanya.
Konon, makanan ini merupakan salah satu makanan kesukaan para bangsawan di zaman Kesultanan Banten. Dan saat Ramadhan tiba, masyarakat setempat biasa mengkonsumsi rabeg dengan ketan bintul.
Rabeg bisa dengan mudah ditemui di sejumlah tempat makan di Kota Serang. Dan tempat makan terkenal menjual hidangan ini biasanya terdapat di daerah Magersari, Kota Serang, Banten.
2. Sate Bandeng
Baca Juga: Ada 68 Desa Tertinggal di Lebak Banten, Pj Bupati Lebak Klaim Jumlahnya Menurun
Sate bandeng merupakan oleh-oleh khas yang paling populer dari Kota Serang yang terbuat dari ikan bandeng yang dihaluskan dan dicampur dengan rempah-rempah dan dimasak dengan cara dibakar.
Sate bandeng cocok dimakan dengan nasi hangat dan sambal. Dimana makanan khas Kota Serang ini banyak dijajakan di dekat gerbang tol Serang Timur atau bisa ditemukan di sekitar jalan Serang-Pandeglang.
3. Nasi Sumsum
Nasi sumsum jadi salah satu makanan khas daei Kota Serang dengan konsep nasi bakar dengan sumsum dan dicampur dengan bumbu daun salam, sereh, cabe hingga bawang.
Sumsum yang dikonsumsi biasanya sumsum kerbau, dan nasi bakar ini akan lebih lengkap dan nikmat bila dimakan dengan sambal kacang dipadukan dengan otak-otak ikan untuk menambah cita rasanya.
Meski terbilang cukup sulit menemukan makanan ini, tapi masih ada tempat-tempat yang menjual nasi sumsum ini seperti di sebrang kantor Polres Kota Serang, Pasar Lama, Alun-alun dan perempatan Pisang Mas.
Tag
Berita Terkait
-
Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Berbuah Hasil
-
Sempat Dikira Titik Terang, Temuan Pelampung Dipastikan Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang
-
Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda: Area Diperluas, Puluhan Armada dan Drone Thermal Dikerahkan
-
Masuk Radius Bahaya! Tim SAR Belum Bisa Sisir Pulau Sertung Cari 5 Jurnalis Hilang
-
Pelampung Ditemukan di Lokasi Pencarian 5 Jurnalis, TNI: Belum Bisa Dipastikan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang
-
Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit