SuaraBanten.id - Hujan lebat terjadi sejak malam Jumat hingga pagi tadi di wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jawa Barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak sendiri saat ini sudah memberikan peringatan waspada kepada masyarakat, adanya bencana hidrometeorologi yang ditandai hujan lebat, angin kencang, petir, tanah longsor, banjir, dan banjir bandang.
"Kami berharap warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam dapat meningkatkan kewaspadaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak Agus Reza Faisal, mengutip dari Antara, Jumat (7/10/2022).
BPBD Lebak telah menyampaikan peringatan dini ke aparatur kecamatan, kelurahan/desa dan masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan.
Selama ini, beberapa hari terakhir di Kabupaten Lebak terjadi potensi hidrometeorologi yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diperkirakan wilayah Kabupaten Lebak, Jumat (7/10) sore hingga malam berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, pihaknya menyosialisasikan dan edukasi pencegahan bencana alam kepada nelayan pesisir selatan, masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan, perbukitan dan daerah aliran sungai serta kawasan hutan.
Selain itu juga BPBD Lebak dan relawan melakukan kebersihan jalur-jalur evakuasi untuk persiapan penyelamatan warga apabila terjadi gelombang tinggi.
"Kami mengoptimalkan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi bencana alam agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material cukup besar," katanya menjelaskan.
Menurut dia, peluang bencana hidrometeorologi karena adanya peralihan musim kemarau ke musim hujan dengan intensitas curah hujan meningkat.
Pengalaman bencana alam tahun 2020 di Kabupaten Lebak yang mengakibatkan sembilan warga meninggal dunia dan ratusan rumah warga tersebar di enam kecamatan rusak hingga hilang diterjang banjir bandang.
Selain itu juga ribuan warga mengungsi dan puluhan infrastruktur jembatan, pendidikan, pesantren hingga tempat ibadah roboh.
Bahkan, sampai saat ini warga korban bencana alam tahun 2020 belum mendapatkan bantuan hunian tetap (huntap) dan mereka kini tinggal di hunian sementara (huntara) dengan kondisi cukup memprihatinkan.
"Kita sudah mengajukan proposal ke BNPB untuk pembangunan huntap, namun terkendala kepemilikan lahan," katanya.
Ia menyebutkan BPBD Lebak kini mempersiapkan tenaga kebencanaan, relawan juga koordinasi dengan Polri, TNI, DPUPR, PLN, Dinsos, BNPB, BPBD Provinsi Banten, Basarnas Banten.
Selain itu juga menyediakan logistik dan mencukupi untuk kebutuhan konsumsi selama enam bulan ke depan.
"Kami memperkuat jaringan dan koordinasi untuk menangani setelah bencana agar warga korban terdampak bencana bisa ditangani dengan baik dan menerima pelayanan dasar sehingga tidak menimbulkan kelaparan dan penyakit," katanya.
Berita Terkait
-
Turunkan Alat Berat, BPBD Tanggamus Bersihkan Material Longsor yang Tutupi Jalan Raya Limau
-
Innalillahi! Banjir Sebabkan 3 Pelajar MTsN 19 Jakarta Meninggal
-
Cek Banjir Jakarta Pakai Link CCTV Pintu Air, Daerahmu Sudah Surut?
-
Pintu Air Angke Hulu Siaga 2, Warga di 9 Wilayah Ini Diminta Waspada Banjir
-
Wali Kota Harnojoyo Sebut Ratusan Rumah Dan Warga Palembang Terdampak Banjir
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mencari Penyebab KMP Batumandi Terbakar, Awak Kapal hingga Penumpang Diperiksa
-
Masih Berasap, Basarnas Lakukan Pendinginan KMP Batumandi, 89 Kendaraan Diduga Ikut Terbakar
-
16 Penumpang KMP Batumandi Terbakar Alami Luka, Ada yang Patah Tulang dan Gangguan Pernapasan
-
KMP Batumandi Terbakar Bawa 420 Penumpang dan 89 Kendaraan, Dirut ASDP Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
-
KMP Batumandi Terbakar, Tiga Tugboat PT PCM Bantu Pemadaman dan Evakuasi Penumpang