SuaraBanten.id - Belum lama ini, Julianto Eka Putra diketahui telah ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus kekerasan seksual. Menurut korban yang hadir di podcast Deddy Corbuzier pada Rabu (6/7/2022), Julianto belum ditahan.
Julianto Eka Putra dilaporkan Komnas HAM atas dugaan kekerasan seksual terhadap mantan siswanya. Padahal Julianto selama ini dikenal sebagai motivator yang bahkan sempat menerima penghargaan dari Kick Andy.
Ingin tahu siapa Julianto Eka Putra? Simak profil selengkapnya berikut ini.
Julianto Eka Putra atau yang akrab disapa Ko Jul merupakan pria kelahiran Surabaya, 8 Juli 1972. Julianto merupakan lulusan S1 Ekonomi Universitas Surabaya. Status perkawinannya adalah menikah dengan Yenny Tantono. Pernikahan mereka sejak 1998 telah dikaruniai 3 anak.
Julianto Eka Putra merupakan pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia yang berlokasi di Batu, Jawa Timur. Sekolah yang didirikan pada 1 Juni 2007 tersebut memberikan pendidikan gratis bagi siswa tidak mampu.
Namun sebelum mendirikan sekolah gratis, Julianto Eka Putra pernah menjadi sales vacuum cleaner, sales sepatu agen asuransi, berjualan keripik kentang, hingga mengelola toko emas. Julianto Eka Putrajuga pernah menjabat sebagai Account Officer di BDNI serta menjalankan bisnis MLM High Desert di Surabaya. Untuk saat ini, Julianto Eka Putra masih 'memegang' 40 murid sekolah Selamat Pagi Indonesia di bawah naungan Binar Group.
Setelah penayangan podcast Deddy Corbuzier, profil Julianto Eka Putra diubah oleh pengguna media sosial. Profil Ko Jul di Wikipedia jadi berisi segala kejahatan berdasarkan pengakuan korban di podcast #CloseTheDoor. Di antaranya, Julianto Eko Putra mengaku punya kenalan Jenderal sehingga bisa lolos dari jeratan hukum.
Sebelum kasus ini mencuat, Julianto Eka Putra dikenal sebagai motivator yang inspiratif dan penuh prestasi. Ko Jul pernah meraih penghargaan "Kick Andy Heroes 2018". Kisah inspiratif Ko Jul dalam mendirikan sekolah gratis juga diangkat menjadi film yakni "Say I Love You" (2019). Sedangkan "Anak Garuda" (2019) merupakan film yang bercerita tentang perjalanan anak SMA Selamat Pagi Indonesia mengejar impian ke Eropa.
Dengan viralnya kasus kekerasan Julianto Eka Putra, masyarakat mendesaknya untuk diadili dan mendapat hukuman yang setimpal. Bagaimana pendapatmu?
Baca Juga: Memalukan! Kak Seto Disebut Bela Julianto Eka saat Sidang, Arist Merdeka Sirait Kecewa
Berita Terkait
-
Pengasuh Pesantren di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak
-
Mantan Artis Cilik Raquel Lee Gugat Disney atas Dugaan Pelecehan Seksual di Studio
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Diancam dengan Sumpah Al-Qur'an, 24 Anak jadi korban Pencabulan Guru Ngaji di Cilacap
-
DJ Wanita Diduga Dilecehkan dan Dianiaya di Jaksel, Polisi Naikkan Kasus ke Penyidikan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel