SuaraBanten.id - Kelakuan pria berinisial AS (44) yang merupakan suami pelaku pembunuhan istri dan anak di Kragilan, Serang, Banten diungkap oleh Ketua RT 08, Azhari.
Kata Azhari, sebelum melakukan aksi sadis membunuh istri dan anaknya, pelaku sempat menjalani salat tarawih berjamaah bersama warga. Namun, pada malam itu ada perilaku yang tak biasa yang dilakukan AS yang membuat warga bertanya-tanya.
“Beliau sempat salat sunnah tarawih bareng-bareng, biasanya salaman ya biasa saja tapi ini sampai semua tangan diciumin. Warga juga nanya ada apa ini tumben-tumbenan,” ungkap Azhari.
Kata Azhari, AS yang merupakan pedagang kain itu dikenal ramah dan penyayang ke keluarganya. Warga sekitar bahkan tak menyangka apa yang dilakukan AS terhadap istri dan anaknya.
Sebelum kejadian, tidak ada cekcok antara pelaku dengan istri serta kedua anaknya.
“Ya kita tidak ada yang menyangka, soalnya beliau terkenal baik dan dermawan. Ke anak-anaknya juga sayang, manggil istrinya juga bunda,” tutur Azhari.
Azhari menambahkan, AS sempat menjalani pengobatan di Lampung selama 2 bulan dikarenakan depresi yang dideritanya.
“Iya yang kita tahu emang beliau ini punya depresi cuma enggak tahu masalahnya apa. Dua bulan jalani perawatan dan habis itu balik ke sini belum lama ini,” pungkasnya.
Kontributor : Firasat Nikmatullah
Baca Juga: Ketua RT Bongkar Keseharian Pelaku Pembunuh Istri dan Anak di Kragilan, Ternyata Kesehariannya...
Berita Terkait
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Banten Media Hub 2026 Dorong Keberlanjutan Media Lokal di Tengah Perubahan Digital
-
Banten Media Hub 2026: Saatnya Media Lokal Mencari Sumber Pendapatan Baru
-
Perlindungan Anak Dimulai dari Telinga yang Mau Mendengar dan Mata yang Mau Peduli
-
Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi, Kepala Unit Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi