SuaraBanten.id - Warga pengungsian bencana alam di Desa Cihuni Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mulai terserang penyakit.
Salah seorang warga pengungsi Ipah (35) mengatakan, para pengungsi mulai terserang penyakit seperti ISPA, demam, pilek, pegal, hipertensi, rematik, maag dan gatal-gatal.
Untuk masyarakat yang terserang penyakit itu sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan juga pengobatan oleh tenaga medis puskesmas setempat.
Namun, hingga saat ini para pengungsi yang sakit itu belum kembali sehat.
Petugas medis juga membuka tenda posko, namun tidak melayani selama 24 jam.
"Kami dan anak yang berusia balita masih pilek, batuk dan demam, " kata Ipah.
Begitu juga Murti (60) warga korban bencana tanah bergerak mengaku dirinya kini mengalami penyakit rematik dan sulit untuk berjalan, sebab tinggal di pengungsian kurang nyaman dan kedinginan.
Masyarakat yang tinggal di tenda pengungsian korban bencana tanah bergerak itu sudah satu sepekan terakhir.
Kemungkinan keberadaan mereka di tenda pengungsian berlangsung lama, karena permukiman warga dikosongkan setelah kondisi rumah mengalami retak-retak.
"Kami sendiri tidak berani menghuni rumah milik, karena rusak parah dan khawatir roboh akibat bergerak tanah, " katanya menjelaskan.
Dirinya bersama warga yang tinggal di tenda pengungsian ingin agar secepatnya direlokasi ke tempat yang lebih aman, nyaman dan sehat.
Apabila terlalu lama tinggal di tenda pengungsian tentu mudah terserang penyakit juga hidup tidak nyaman.
Karena itu, dirinya setuju dilakukan relokasi ke tempat yang bebas dari ancaman bencana alam.
"Kami kini tinggal di pengungsian sering sakit- sakitan, " katanya.
Onih (60) warga yang tinggal di pengungsian mengaku dirinya kini setiap hari tidur terus , karena kondisi badan sakit demam dan batuk.
"Kami sejak sepekan tinggal di pengungsian ini terserang penyakit, " kata Onih.
Sementara itu, Kepala Desa Curugpanjang Kabupaten Lebak Yadi mengatakan saat ini warganya yang terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Cihuni tercatat 37 rumah, 48 kepala keluarga ( KK) dan 173 jiwa.
Masyarakat setempat kini sudah mengosongkan rumah mereka karena kondisinya rusak berat akibat tanah bergerak.
Dengan demikian, mereka kini tinggal di tenda pengungsian, atau jdi rumah orang tua maupun kerabat dan juga ada yang mengontrak rumah.
Pemerintahan desa berjanji akan merelokasi ke tempat yang lebih aman.
Pembangunan relokasi ke tempat yang lebih aman melibatkan pemerintah daerah melalui BPBD kabupaten.
"Kami sudah menyiapkan lahan seluas 2,5 hektare untuk relokasi itu, " katanya menjelaskan. [Antara]
Berita Terkait
-
Di Balik Buku Raumanen dan Efek Hubungan Seks di Luar Nikah
-
Prakiraan Cuaca BMKG 4 Maret 2022 Pandeglang-Lebak Banten
-
Prakiraan Cuaca BMKG 4 Maret 2022 Serang-Cilegon Banten
-
Asyik Pesta Miras, 7 Remaja Berakhir Ngenes Usai Diamankan Tim Sparta Polresta Solo
-
Banjir di Kawasan Banten Lama Mulai Surut, Puluhan Petugas Terjun Bersihkan Kawasan Masjid Agung Banten
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Crazy Rich Cilegon Bagi-bagi Durian ke Ratusan Anak Yatim di Momen HUT PAN ke-28
-
Serang Dihebohkan Kehadiran Verrell Bramasta dan Edison Sitorus
-
Setelah 10 Tahun, BRI Jadi Perantara Pertemuan Seorang PMI dan Ibunya Lewat Program Tali Kasih
-
BRImo Taiwan Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital untuk PMI
-
Kewalahan Melayani Pembeli, Durian Khas Badui Jadi Prima Dona Panen Raya di Lebak