SuaraBanten.id - Cuaca ekstrem yang melanda perairan Merak berdampak pada Talud Dermaga 7 Pelabuhan Merak abrasi. Akibatnya, area pejalan kaki yang berada di atas talud juga ikut ambruk.
Menurut Pantauan SuaraBanten.id abrasi talud mengakibatkan sekira 70 meter perlintasan pejalan kaki ambruk. Area pejalan kaki dan sebagian perlintasan ke Dermaga 7 Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten pun akhirnya ditutup menggunakan barier agar tidak dilintasi kendaraan.
Dikonfirmasi terkait kejadian itu, General Manager PT ASDP Cabang Merak Hasan Lessy membenarkan abrasi dan ambruknya jalur pejalan kaki disebabkan abrasi. Kata dia, jalur menuju Drmaga 7 yang bagian taludnya mengalami abrasi hingga menyebabkan jalur pejalan kaki ambruk itu sepanjang 70 meter.
“Abrasi dari gelombang. Itu jalur ke dermaga 7. Itu namanya talud jalan menuju dermaga 7 dihajar ombak. Panjangnya yang abrasi kurang lebih 70 meter,” katanya.
Meski ambruk, Hasan Lessy memastikan talud dan jalur pejalan kaki itu bukan disebabkan buruknya kontruksi bangunan jalan yang dibangun tiga tahun lalu itu.
“Kalau bilang konstruksi enggak juga, namanya ombak kan ganas. Kalau tidak salah bangunan itu sudah selama 3 tahun di bangun,” ujarnya.
Meski sudah melakukan pengecekan, Hasan Lessy memastikan itu belum bisa diperbaiki lantaran cuaca yang cukup ekstrem. Namun, Hasan Lessy memastikan operasi dermaga 7 akan tetap beroperasi dan diberlakukan lajur satu untuk dua arah.
“Sampai saat ini belum bisa dilakukan perbaikan karena ombak masih tinggi, hanya yang bisa pipa-pipa yang ada dan kabel yang ada perlu dirapihkan dan dialihkan ke jalur lain. Jalannya tidak ada masalah, itu talud nya saja. Dermaga 7 masih berjalan normal, hanya faktor cuaca, bukan faktor manusianya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BPTD Wilayah 7 Banten, Handjar Dwi Antoro menyampaikan bahwa penyebab ambruknya talud di Dermaga 7 Pelabuhan Merak karena cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Pelabuhan Merak dan Daerah Pesisir Banten 8 Februari 2022
Menurutnya, di bulan Januari hingga Februari adalah puncuk curah hujan tertinggi, artinya di Perairan Selat Sunda masih akan berhadapan dengan cuaca buruk.
"Dampaknya terhadap dermaga ada beberapa kerusakan fasilitas, termasuk talud kegerus ombak, itu dampak dari cuaca buruk," ungkap Handjar saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/2/2022).
"Sebelum sebelumnya sudah tergerus tapi dengan gelombang yang tinggi ini air laut nabrak, abrasi semakin jadi, sekarang semakin parah," imbuhnya.
Meski demikian, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk segera memperbaiki fasilitas pelabuhan yang rusak.
"Kami juga sudah menghimbau agar operator pelabuhan segera memperbaiki, yang memperbaiki siapa? Ya operator pelabuahan, PT ASDP Indonesia Ferry," tegasnya.
"Pemerintah hanya menghimbau, jangan ditunda tunda. Kami mendorong untuk segera melakukan perbaikan dikesempatan pertama," paparnya.
Berita Terkait
-
Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada
-
Stasiun BNI City Makin Padat, Akses Pejalan Kaki dari Kawasan Karet Mulai Dibangun
-
Alasan MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Hingga Pupuskan Harapan Pole Position Veda Ega Pratama
-
Usut KMP Batumandi Terbakar hingga Terbalik di Merak, Polisi Periksa Penumpang dan Sopir
-
Pasca Kebakaran KMP Batumandi, Tim SAR Lakukan Pendinginan di Merak
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu