SuaraBanten.id - Muhammad Qodari ikut buka suara soal nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang muncul dalam sederet nama calon Kepala Otorita IKN alias Ibu Kota Negara baru.
Pengamat politik yang akrab disapa Qadari itu mengaku tak setuju jika Ahok diangkat jadi Kepala Otorita IKN. Ketimbang Ahok, Qodari lebih memilih Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang tepat memimpin IKN.
Diketahui, Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan ingin Kepala Otorita IKN berlatar belakang arsitek dan pernah memimpin daerah.
Ia pun menyebut tiga nama tokoh yang memiliki latar belakang itu yakni Ridwan Kamil, Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Danny Pomanto.
Meski demikian, Menurut Qodari, dari tiga nama tersebut, ia lebih condong ke Ridwan Kamil sebagai sosok yang cocok memimpin IKN.
“Karena dia terbukti bisa membawa suasana baru penataan kota di Bandung kemudian komunikasinya baik, lancar dan komunikatif dengan berbagai pihak,” katanya Minggu (30/1/2022).
“Kemudian dia bukan hanya pernah memimpin kota Bandung tapi sudah menjalankan kepemimpinan di Jawa Barat, sebuah provinsi besar dengan tanggung jawab besar, dan budget yang besar,” tambahnya.
Terkait Ahok, menurut Qodari Komisaris Utama Pertamina tersebut tidak ocok menjadi Kepala Otorita IKN. Kata Qodari, Ahok memiliki kelemahan mendasar dalam hal komunikasi yang berpotensi menimbulkan masalah.
“Saya kurang sependapat kalau Pak Ahok ya. Karena kalau Pak Ahok ini kan punya kelemahan mendasar soal komunikasi,” katanya.
Baca Juga: Keras! PDI Perjuangan Anggap Anies Baswedan Abaikan Kebijakan Jokowi dan Ahok yang Spektakuler
Qodari menilai bahwa seorang pejabat publik tidak hanya harus bisa bekerja dengan baik, namun juga harus mampu berkomunikasi dengan baik.
“Pak Ahok bisa kerja baik, tapi komunikasinya buruk,” katanya.
Kalau pejabat publik memiliki kemampuan berkomunikasi yang buruk, kata Qodari, maka kerja baiknya bisa tenggelam.
“Bahkan bisa menimbulkan masalah yang tidak perlu seperti yang terjadi di Jakarta,” katanya.
Qodari menilai bahwa Ahok lebih cocok bekerja di sektor swasta yang tidak bersentuhan dengan proyek strategis publik.
Jika Komisaris Utama Pertamina itu ditempatkan menjadi Kepala Otorita, Qodari khawatir akan timbul konfrontasi yang bahkan bisa berpengaruh terhadap pembagunan IKN.
“Jadi, saya khawatir akan menimbulkan konfrotasi yang membuat pembangunan IKN ini akan terkendala,” kata Qodari.
Berita Terkait
-
KPK Dalami Pembelian Volvo Ridwan Kamil yang Pernah Dipakai Saat Pelantikan Pj Gubernur Jabar
-
Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur
-
Pratikno Tinggalkan Menko PMK, Kini Dilantik Jadi Ketua Wantimpres
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Mau Introspeksi, Alasan Timothy Ivan Mundur dari Bakom RI
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu