SuaraBanten.id - Jumlah kendaraan yang keluar Jakarta pada libur tahun baru ini meningkat. Tercatat ada 2,7 persen sejak pertengahan Desember 2021 sampai awal tahun 2022.
Polri memprediksi masih ada 114.150 kendaraan belum kembali ke Jakarta, yang kemungkinan akan melintas dari Gerbang Tol Cikampek Utama 28.501 kendaraan, Gerbang Tol Kalihurip Utama 13.563 kendaraan, Gerbang Tok Cikupa 36.178 kendaraan, dan Gerbang Tol Ciawi 35.908 kendaraan.
Jumlah kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol yaitu di Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi.
Bila keadaan normal sebanyak 2.369.701 unit kendaraan yang masuk ke Jakarta, maka pada 17 Desember - 1 Januari 2022 mencapai 2.434.568 unit kendaraan.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, kendaraan yang masuk Jakarta melalui gerbang tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa juga naik 1,4 persen dari jumlah normal 2.289.379 jadi 2.320.418 kendaraan.
Dari catatan Polri pada 17 Desember 2021-1 Januari 2022, jumlah kendaraan keluar Jakarta paling banyak ditemukan di Gerbang Tol Cikampek Utama sebanyak 587.214 unit kendaraan atau naik 9,6 persen dari jumlah kendaraan pada keadaan normal sebanyak 535.649 unit kendaraan.
Gerbang Tol Cikampek Utama merupakan akses masuk dan keluar kendaraan dari Jakarta menuju Jawa Tengah.
Kemudian, Gerbang Tol Kalihurip Utama, yaitu akses dari Jakarta menuju Bandung, turut mencatat kenaikan jumlah kendaraan sampai 4,3 persen dari jumlah normal 518.523 kendaraan jadi 540.839 kendaraan.
Kendaraan dari Jakarta menuju Puncak melalui Gerbang Tol Ciawi juga naik 1,9 persen dari 546.429 unit jadi 556.727 unit.
Baca Juga: Tak Masalah Sering Dikritik, Anies Baswedan: Saya Tak Minta Anda Menyukai Saya
Dari empat gerbang tol yang jadi pantauan Polri selama libur Hari Natal dan Tahun Baru, hanya Gerbang Tol Cikupa yang mencatat penurunan volume kendaraan sebanyak 2,5 persen dari 769.100 unit kendaraan pada keadaan normal jadi 749.788 unit kendaraan.
Gerbang Tol Cikupa merupakan akses menuju Merak, Banten dan arah luar Pulau Jawa.
Sementara itu, kendaraan masuk Jakarta pada 17 Desember 2021-1 Januari 2022 paling banyak ditemukan melintas dari Gerbang Tol Kalihurip Utama.
Kenaikan volume kendaraan di gerbang tol itu mencapai 4,7 persen atau dari 503.537 kendaraan pada keadaan normal jadi 527.276 unit kendaraan.
Di gerbang tol lainnya kenaikan tidak mencapai 3 persen, yang rinciannya Gerbang Tol Ciawi 2,7 persen, Gerbang Tol Cikupa 2 persen, dan Gerbang Tol Cikampek Utama 1,5 persen. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Tak Masalah Sering Dikritik, Anies Baswedan: Saya Tak Minta Anda Menyukai Saya
-
Tak Punya Partai, Taufik Gerindra: Ketum Parpol Jangan Takut Pada Anies di Pilpres
-
Sebanyak 2,1 Juta Kendaraan Keluar Masuk Jakarta Selama Libur Nataru
-
Terbesar di Indonesia, Ini Rincian Gaji dan Tunjangan PNS di DKI Jakarta
-
Sejarah Rumah Makan Padang Ada di Jakarta
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga 200 Ribuan Kualitas Sultan
-
4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Pemkot Tangsel Terjunkan Satgas Percepatan MBG untuk Berantas SPPG Bandel
-
41 SPPG di Kota Tangsel Kena Suspend, Dari Menu MBG Tak Layak Konsumsi hingga Manipulasi Harga