Scroll untuk membaca artikel
Hairul Alwan
Selasa, 28 Desember 2021 | 22:04 WIB
Presiden KSPI, Said Iqbal (Baju Orange) dan Presiden KSPSI, Andi Gani (Baju Biru) mendatangi Polda Banten, Selasa (28/12/2021). [Suara.com/Firasat Nikmatullah]

"Itu yang terjadi, tidak ada rencana tidak ada perintah organisasi untuk melakukan itu. Saya sudah 12 tahun melalukan aksi tidak pernah ada benturan apapun, karena kami mengedepankan aksi damai tanpa kekerasan," jelasnya.

Dalam kasus ini, dua presiden serikat buruh meminta agar Gubernur Banten dapat mengambil restorative justice yang digaungkan oleh Kapolri, ada ruang untuk itu.

"Dengan besar hati juga kami meminta kepada Pak Wahidin Halim sebagai bapak, ini anak anaknya semua para buruh di Banten, agar segera mencabut laporan," pintanya.

Menurutnya, tidak ada gunanya melanjutkan masalah ini hingga berlarut-larut. Pasalnya, semua menyadari pasti ada dasar pada saat melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Pidanakan Buruh, Mahasiswa Sebut Wahidin Halim Sejarah Kelam Kepemimpinan Banten

Selain itu, pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Polda Banten yang sudah melakukan penangguhan penahanan terhadap anggotanya. Karena bagaimanapun, dikatakan Andi, mereka adalah tulang punggung dirumahnya, mereka sangat ditunggu keluarganya, dan mereka tidak ada sama sekali niat untuk melakukan kejahatan, mereka bukan penjahat, tidak ada rencana melakukan kejahatan.

"Polda Banten sudah tepat untuk melakukan tindakan hukum, kami sangat menghargai itu. Tapi kami meminta secara persuasif kepada Kapolda Banten, kami menjaminkan diri kami sebagai pimpinan," ucapnya.

"Perjuangan buruh tidak akan pernah selesai, hari ini aksi buruh tetap dilanjutkan. Tapi kami berpesan tidak boleh ada aksi kekerasan apapun, perjuangan bisa dilakukan secara damai," imbuh Andi.

Ditempat yang sama, Presiden KSPI Said Iqbal menambahkan serta mempertegas kembali, bahwa pimpinan buruh KSPI dan KSPSI serta serikat buruh serikat kerja Se-Banten berterimakasih kepada Polda Banten yang sudah bekerja secara profesional secara profesional, terukur, terarah dan humanis sesuai dengan slogannya yaitu presisi.

"Kedua, tentu kita akan ikuti prosedur proses hukumnya, sebagai WNI yang taat, kelompok serikat pekerja terutama yang kami pimpin dan aliansi serikat pekerja yang lain akan tempuh proses hukumnya sesuai prosedur dan kami tentu lebih mengedepankan cara cara yang humanis bukan cara cara yang mengakibatkan dunia internasional buruk kepada kepolisian," ucapnya.

Baca Juga: Kritik Wahidin Halim Pidanakan Buruh, Mahasiswa Cilegon Sebut WH Tak Layak Jadi Gubernur

Iqbal juga meminta agar Gubernur Banten Wahidin Halim dapat menyudahi konflik antara pemangku kepentingan dalam hal ini Gubernur sebagai penguasa daerah dan rakyatnya yaitu kaum buruh.

Load More