SuaraBanten.id - Sepasang suami istri atau pasutri di Tangerang berinisial AM dan UA ditangkap Polresta Tangerang lantaran diduga terlibat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Selama setahun terakhir pasutri tersebut dikabarkan sudah menjual 50 orang ke Timur Tengah.
Mereka ditangkap lantaran diduga melakukan TPPO dengan mengirimkan sejumlah orang untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke wilayah Timur Tengah.
Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan pelaku diamankan di salah satu rumah di kawasan Lavon, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.
Ia menjelaskan, kasus itu terungkap saat pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat setempat, soal aktifitas mencurigakan di salah satu rumah.
"Adanya informasi dari laporan warga masyarakat Pasar Kemis, adanya tempat penampungan tenaga kerja ilegal," kata Wahyu kepada wartawan di Polresta Kabupaten Tangerang, Rabu (15/12/2021).
Setelah dilakukan penggrebekan, pihaknya mendapati 6 orang yang terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan di dalam rumah tersebut. Ke-6 orang itu berinisial LN, S, AS, NYW, I dan SN.
"6 orang ini di iming-imingi akan dipekerjakan di luar negeri daerah timur tengah seperti Turki dan Qatar. Mereka diminta biaya Rp20 sampai Rp30 juta, dengan alasan untuk mengurus paspor, tiket pesawat, surat vaksinasi, dan visa," jelasnya.
Untuk memuluskan rencananya, para korban dijanjikan upah yang besar dengan kisaran Rp16 juta per bulan.
"Modus oprandinya dengan menawarkan pekerjaan sebagai TKI ke luar negeri yaitu Turki dan Qatar. Dengan besaran gaji sebesar $1200, atau minimal Rp16 juta," ucapnya.
Baca Juga: Buntut Napi Kabur, Kakanwil Kemenkumham dan Plt Kapalas Kelas 1 Tangerang Dicopot
Kemudian saat proses pengiriman calon TKI, pasaturi ini berbagi peran, seperti tersangka UA bertugas sebagai pemasang iklan di media sosial Facebook.
"Sementara, AM bertugas mengurus para TKI, baik dari surat adminitrasi hingga, mengantar mereka ke bandara," katanya.
Dalam kesempatannya, Wahyu menerangkan, pelaku telah berhasil mengirim sebanyak 50 orang dalam setahun.
"Bisnis ilegal yang dijalani keduanya ini sudah berjalan selama satu tahun, dengan total 50 orang yang telah berhasil dikirim sebagai TKI," tandasnya.
Atas perbuatannya, dijerat dengan Pasal 81 juncto 69 UU No 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman hukuman penjara 10 Tahun atau denda Rp15 miliar dan atau Pasal 4 dan Pasal 10 UU 21 Tahun 2007 tentang TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) dengan ancaman 15 Tahun dan atau denda Rp600 juta.
Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Naik Usai Serangan Kapal Tanker di Timur Tengah, Brent Terancam Anjlok 15 Persen
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya
-
Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026
-
Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan