SuaraBanten.id - Denny Siregar tak pernah mau menggunakan panggilan ‘Habib’ saat menyebut nama Rizieq Shihab dan Bahar bin Smith. Lantas, apa alasan egiat sosial yang belakangan menjadi pengamat politik nasional ini mengambil sikap demikian?
Baru-baru ini, ada media online swasta yang menulis artikel mengenai pernyataan Denny Siregar terkait Rizieq dan Bahar. Pada kutipannya, media tersebut menggunakan embel-embel ‘Habib’ saat menyebut kedua sosok tersebut. Denny yang mengetahuinya pun protes.
Denny mengaku tak mau memanggil keduanya dengan sebutan ‘Habib’. Bahkan, hal tersebut menurutnya sama dengan najis.
“Saya harus klarifikasi, saya tidak pernah menyebut Rizieq dan Bahar sebagai habib. Najis buat saya kasih panggilan mereka habib, sekian dan terima kasih,” tulis Denny Siregar, dikutip Hops dari akun Twitter resminya, Senin 29 November 2021.
Diketahui, sebelumnya Denny mengatakan, orang-orang seperti Bahar bin Smith dan Rizieq Shihab merupakan ancaman bagi negara. Bahkan, perkatan keduanya, menurut dia, berpotensi memicu terjadinya perpecahan.
“Orang seperti Bahar bin Smith itu harus ditangkap, ancamannya dengan kata habisi itu berpotensi menciptakan kekerasan,” tuturnya.
“Kondisi yang sudah tenang selama Bahar dan Rizieq dipenjara itu, jangan dirusak lagi oleh mulut-mulut sampah yang bernada mengancam,” lanjutnya.
Berkaca dari kenyataan tersebut, dia meminta pihak kepolisian kembali menahan Bahar bin Smith di penjara dan membiarkan Rizieq Shihab tetap berada di dalamnya.
Lebih jauh, Denny mengingatkan Bahar bin Smith, jangan besar kepala dengan pernyataan-pernyataan kerasnya, dan jangan pula merasa dilindungi pendukung-pendukungnya. Sebab, saat berada di balik jeruji, mereka tak ada yang membelanya.
Baca Juga: Terbongkar 4 Tuntutan Reuni Akbar 212, Salah Satunya Minta HRS Dibebaskan
“Oi, Bahar. Bilang tuh ke pendukung ente. Wong ente masuk penjara aja mereka diam, kayak curut kebanjiran. Koar segede gajah, nyali sekecil kecoa,” kata Denny Siregar.
Berita Terkait
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Takbiran Bareng Nyepi, Habib Jafar Ingatkan Toleransi Bagian Ajaran Islam
-
Sempat Vakum Usai Bercadar, Kartika Putri Kembali ke Medsos atas Arahan Suami
-
Umrah di Tengah Konflik Iran-Israel, Habib Usman Tetap Boyong Keluarga Lebaran di Tanah Suci
-
Tebar Kebaikan Sesama, Ribuan Mitra Gojek Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Etika Bupati Lebak Hasbi Dinilai Meresahkan, Ulama dan Aktivis Diminta Bersatu Lakukan Pemakzulan
-
Viral Kericuhan di Rangkasbitung, Mantan Anggota DPRD: Pemimpin Jangan Saling Bermusuhan
-
Di Balik Cekcok dengan Wabup, Ternyata Segini Total Kekayaan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya
-
Profil Bupati Lebak Hasbi Jayabaya: Pewaris Dinasti Besar Viral Usai 'Semprot' Wakilnya Mantan Napi
-
Harga BBM Batal Naik, ASN Banten Diminta WFH Hari Jumat Demi Hemat Energi