SuaraBanten.id - Five Fi yang belakangan ini mantap berhijah seringkali memposting pengetahuan tentang Islam yang baru ia dapatkan.
Namun, tak jarang postingan Five Vi menuai kritik publik. Terbaru, Five Vi membahas pemasangan kaligrafi 'Allah' dan 'Muhammad' yang kerap diletakkan sejajar.
Five Fi berpandangan, hal itu tidak boleh dianggap remeh lantaran bisa bahaya.
Diketahui, biasanya kaligrafi tersebut memang banyak dipasang sejajar di rumah-rumah atau tempat tertentu sebagai dekorasi masjid atau semacamnya.
Melanjutkan pernyataannya, Five Vi mengungkapkan hal tersebut bisa mendatangkan mudarat
Karenanya, lewat Instagram pribadinya akhir September 2021, Five Vi lantas memberi wejangan untuk umat muslim, sebagaimana yang ia akui berasal dari ucapan Uztaz Berik Said.
“Bahkan hal ini bisa saja terdapat di dinding rumah kita,” tulis Five Vi, dikutip SuaraBanten.id dari terkini.id-Jaringan Suara.com Rabu (20/10/2021).
“Umumnya di sebelah kanan ada tulisan Allah dan sejajar dengannya di sisi kiri ada kaligrafi bertuliskan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,” sambungnya.
“Ingat jangan remehkan masalah ini, bisa berbahaya.”
Baca Juga: Neraca Dagang September Surplus 4,37 Miliar Dolar AS, Mendag Buka Suara
Berikut lanjutan lengkap unggahan Five Vi:
Berikut kami tuliskan Fatwa Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah: “Meletakannya seperti ini tidak dibenarkan, karena berarti menjadikan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sebagai tandingan bagi Allah dan mensejajarkannya. Andai saja ada seseorang melihat tulisan ini dan ia tidak mengetahui dua nama yang tertulis sejajar tersebut, niscayalah ia akan yakin keduanya setara dan serupa.
Sehingga wajib menghilangkan nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kini tinggal meninjau tulisan Allah saja. Sesungguhnya hal ini merupakan perkataan orang-orang Shufi.
Mereka menjadikan kata “Allah” Itu sebagai pengganti dzikir, mengucapkan “Allah, Allah, Allah” dengan asumsi semacam ini, maka tulisan itupun harus dihilangkan juga. Sehingga tidak boleh menulis nama Allah dan ataupun Muhammad di dinding, kertas atau lainnya.” (Majmu Fatawa wa Rasa’il Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah III:75).”
Namun, melansir Era, usai mengunggah konten tersebut, Five Vi seperti biasa langsung diserbu netizen karena dianggap kembali membuat kontroversi.
“Buset dah..ni orang kayak mau mengubah kebiasaan2 orang islam.. kalo gak boleh sejajar.. lo bilangin noh ke seluruh masjid di dunia.. sakit nih orang lama2.. belajar agama cm dari google yah gini,” tanggap akun Startyourjourneys.
Berita Terkait
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
Dugaan Rp20 Juta Usai Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM dan Bentuk Tim Investigasi
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi, Kepala Unit Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi