SuaraBanten.id - Warga Baduy yang menjadi korban kebakaran di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten kini tinggal di tenda pengungsian.
Mereka merupkan korban kebakaran 16 rumah dan satu Leuit atau rumah lumbung juga terbakar. Mereka tinggal di tenda pengungsian yang kondisinya cukup memprihatinkan.
"Kami mau tinggal di mana lagi, karena rumah kami hangus terbakar hingga rata dengan tanah, " kata Mukri (55) seorang korban kebakaran di Kampung Pencak Huni Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Jumat.
Ia menjelaskan masyarakat korban kebakaran kini tinggal di tenda pengungsian dan belum kembali bisa ke ladang. Mereka berharap pemerintah bangunkan rumah untuk para korban.
Baca Juga: Ratusan Warga Baduy Divaksin Covid-19, Termasuk Dua Warga Baduy Dalam
Kebakaran yang menimpa dirinya dan tetangga menyebabkan rumah mereka rata dengan tanah juga perabotan rumah tangga, pakaian hingga beras tidak bisa diselamatkan. Peristiwa kebakaran pada Rabu (13/10) terjadi saat semua warga berada di ladang.
"Kami berharap pemerintah bisa membantu kembali untuk pembangunan rumah," kata Mukri.
Begitu juga korban kebakaran lainya, Naldi (30) mengaku dirinya bersama isteri dan anaknya yang masih balita kini tinggal di tenda pengungsian.
Saat ini, anak balitanya terus menangis karena kondisi tenda panas menyengat matahari juga jika malam hari kedinginan.
Mereka warga korban kebakaran tentu jika berlangsung lama tinggal di tenda pengungsian kemungkinan tidak merasa nyaman.
"Kami berharap rumah yang terbakar itu bisa kembali dibangun, sehingga keluarga tinggal nyaman dan aman, " katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan saat ini warga Badui korban kebakaran di Kampung Pencak Huni tercatat 16 rumah dan satu leuit atau rumah lumbung hangus terbakar. Diperkirakan kerugian material akibat kebakaran itu sekitar Rp 820 juta.
Mereka warga korban kebakaran sebanyak 24 kepala keluarga (KK) dengan 83 jiwa tinggal di tenda pengungsian. BPBD Lebak, instansi lain juga perusahaan swasta menyalurkan bantuan bahan pokok dan keperluan lainnya.
Baca Juga: Mobil Pengangkut Vaksin ke Baduy Terperosok ke Jurang, Vaksinasi Batal?
"Semua warga korban kebakaran terpenuhi untuk kebutuhan hidup di tenda pengungsian, " katanya.
Berita Terkait
-
Bakamla Evakuasi 12 ABK Kapal Motor Mutiara Ferindo 2 yang Terbakar di Perairan Banten
-
Apa Itu Visa F-2? Hadiah Sugianto, WNI Jadi Penyelamat saat Kebakaran Hutan di Korea Selatan
-
Kisah Heroik Sugianto, WNI yang Jadi 'Pahlawan' dalam Tragedi Kebakaran Korea Selatan
-
Bandara Soetta Bantah Isu Kebakaran, Deputi Komunikasi Sebut Ada Pabrik Plastik yang Terbakar
-
Ritual Leluhur Berujung Tragis: Pria Ini Diduga Picu Kebakaran Hutan Terburuk dalam Sejarah Korsel
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Berdiri 2019, Kini Minyak Telon Lokal Habbie Capai Omzet Belasan Juta Rupiah
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Sukses Perkenalkan Minyak Telon Lokal, Habbie
-
Kawasan Banten Lama Dipadati Ribuan Peziarah Pada Libur Lebaran
-
Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil Dipadati Ribuan Wisatawan
-
Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang Bakal Digelar Sederhana, Buntut Efisiensi Anggaran