Konon masjid ini dibangun sekitar 400 tahun lalu, oleh Syekh Ageng Karan, sebagai sarana peribadahan umat Islam kala itu. Selain mendirikan masjid, waliyullah ini juga mendirikan pondok pesantren (Ponpes) di wilayah sama.
Busro juga tidak menampik, jika dirinya tidak tahu persis kapan Masjid Baitul Arsy tersebut dibangun. Sebab ayahnya saja yang meninggal pada usia 120 tidak tahu kapan dibangunnya tepat beribadat ini, namun perkiraan usianya di atas 400 tahun.
"Perkiraan usia masjid ini sudah empat abad," tukas Busro.
Masjid ini sering dikunjungi ulama-ulama kharismatik di Provinsi Banten dan luar Banten. Selain ulama, masjid ini juga kerap didatangi peziarah. Dari sini mereka akan bergeser sowan ke makam Syekh Ageng Karan dan Syekh Rako, yang lokasinya hanya sekitar 500 m dari masjid.
Baca Juga: Wisata Banten: Tugu Peristiwa Tjibaliung Mengenang Joesoef Martadilaga
"Sampai saat ini juga Baitul Arsy masih kerap dikunjungi oleh ulama–ulama kharismatik," tandasnya.
Belum ditetapkan sebagai cagar budaya
Kasi Pelestarian Lingkungan dan Cagar Budaya Disdikbud Pandeglang, Tateng Aji menyebutkan bahwa masjid Baitul Arsy belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Alasannya, tidak ada tim ahli yang pernah melakukan penelitian lebih dalam terkait masjid itu.
"Kalau masjid yang berada di Pasir Angin ini (belum) cagar budaya, belum ada ahli yang melakukan penelitian kembali. Ya kami harap masyarakat tetap menjaganya, jangan sampai diubah bentuknya," ungkapnya.
Sedangkan untuk menjaga dan melestarikan bangunan atau benda benda bersejarah, Dindikbud Kabupaten Pandeglang terus melakukan sosialisasi. Salah satunya dengan mengajarkan pentingnya melestarikan cagar budaya di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Wisata Bali: Desa Serangan Bertahan di Zona Hijau COVID-19, Warga Patuh Prokes
“Kami selalu melakukan sosialisasi ke setiap sekolah agar selalu menjaga dan melestarikan cagar budaya," tutupnya.
Berita Terkait
-
Masjid Tertua di Kulonprogo Ini Didirikan Puro Pakualaman, Apa Istimewanya?
-
Adik Ipar Bupati dan Adik Cagub Banten Dituding Curang di Pilkada Pandeglang, Muncul Istilah DPT Tegak Lurus
-
Bos Rental Tewas Setelah Minta Bantuan Polisi, Anaknya Ungkap Pengakuan Mengejutkan
-
Naik Perahu Karet, Gus Ipul Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir Pandeglang
-
Kronologi 3 Siswa SDIT ICMA Dipulangkan Paksa Gegara Nunggak Biaya Sekolah Rp42 Juta
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Berdiri 2019, Kini Minyak Telon Lokal Habbie Capai Omzet Belasan Juta Rupiah
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Sukses Perkenalkan Minyak Telon Lokal, Habbie
-
Kawasan Banten Lama Dipadati Ribuan Peziarah Pada Libur Lebaran
-
Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil Dipadati Ribuan Wisatawan
-
Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang Bakal Digelar Sederhana, Buntut Efisiensi Anggaran