SuaraBanten.id - Parah, jenazah pasien Covid-19 diangkat pakai terpal. Jenazah pasien Covid-19 diangkat pakai terpal, anggaran Covid-19 dipertanyakan.
Baru-baru ini beredar video jenazah pasien Covid-19 diangkat pakai terpal, Jumat (25/6/2021). Bahkan jenazah pasien Covid-19 dikubur tanpa protokol kesehatan. Video pasien Covid-19 sita perhatian publik
Diketahui, jenazah pasien Covid-19 tersebut berinisial LL (63) asal Desa Kanganara, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tampak dalam video tersebut, petugas yang menggotong jenazah pasien hanya memakai APD seadanya, bahkan keluarga yang ikut menggotong jenazah pun sama sekali tak terlihat memakai APD.
Kejadian jenazah pasien Covid-19 diangkat pakai terpal sontak memunculkan dugaan publik terkait pengelolaan anggaran COVID-19 di Kabupaten Ende, yang besarannya mencapai hingga Rp 80 miliar.
Minimnya APD dan kantung mayat, serta kelengkapan lainnya kian membuktikan buruknya kinerja Pemkab Ende dan Satgas dalam mengelolah anggaran COVID-19 untuk menangani jenazah.
Kepala Puskesmas Detukeli, Serafinus Sage, kepada awak media membenarkan video yang beredar di jejaring sosial itu.
Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada proses pemulangan jenazah dari pihak rumah sakit ke keluarga.
Sebelum dikubur, jenazah LL memang dibungkus menggunakan terpal lalu dipikul oleh dua petugas relawan.
Baca Juga: Pecah Rekor! 17 Pasien Covid-19 di Wonogiri Meninggal Dalam Sehari
"Korban terpaksa digotong dengan terpal untuk menghindari cairan tubuh yang jatuh mengenai petugas dan tercecer ke tempat lain, apalagi memang tidak ada kantung mayat," kata Serafinus Sage.
Sedangkan petugas yang membantu menggotong jenazah itu, tambah dia, bukan petugas medis tetapi petugas relawan yang belum pernah dibekali dengan pelatihan khusus tentang penanganan pasien COVID-19.
"Mereka yang menggotong jenazah itu merupakan petugas relawan yang diperbantukan. Memang sekarang kondisinya begitu. APD kosong sehingga tidak ada yang berani menangani jenazah pasien COVID-19," ungkapnya.
Sementara itu, informasi yang diterima Telisik.id, korban LL diketahui berkontak erat dengan salah satu pasien positif yang sekarang tengah dirawat di RSUD Ende dan keluarga lain yang sedang menjalani masa karantina.
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Viral di Lebak! Demi Buktikan Tak Mencuri Bedak, Wanita Dipaksa Injak Al-Qur'an
-
Catat! Tidak Semua ASN Banten Bisa WFH Hari Jumat
-
Oknum ASN Satpol PP Cilegon Nyambi Jadi Pengedar Sabu, Polisi Sita 78 Paket Siap Edar
-
Pecat Ketua RW Sepihak, Kepala Desa Curug Wetan Dilaporkan ke Ombudsman