SuaraBanten.id - Kabar Indonesia batalkan haji 2021 mencuat ke publik. Informasi beredar soal pembatalan haji 2021 diduga gegara utang katering ke pemerintah Arab Saudi.
Baru-baru ini Ibadah haji 2021 resmi dibatalkan Kementerian Agama (Kemenag). Pembatalan itu dilakukan dengan pertimbangan adanya situasi Pandemi.
Namun bersamaan dengan kabar tersebut, beredar pula kabar penyebab batalnya haji lantaran Indonesia memiliki utang katering kepada Arab Saudi.
Menanggapi soal kabar hutang pemerintah indonesia pada Arab Saudi,
Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto mengimbau masyarakat agar tak terpengaruh dengan berita bohong (hoaks) yang beredar, salah satunya soal utang pemerintah Indonesia kepada Arab Saudi.
Yandri juga menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak terbukti kebenarannya.
Dalam kabar hoaks soal utang yang bereadar, Indonesia dikabarkan memiliki kendala soal dana seperti uang pemondokan atau penginapan hingga katering.
Padahal, kata Yandri, dana haji Indonesia selama ini sangat aman, sehingga masyarakat tak perlu khawatir.
“Ada berita yang menyampaikan, haji tidak ada karena ada utang Indonesia ke Arab Saudi. Itu bohong, tidak benar sama sekali, tidak benar keputusan (pembatalan haji) karena utang seperti pemondokan, katering dan lain-lain. Dana haji sangat aman, aman dan aman,” kata Yandri dalam konfrensi pers yang dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dikutip Hops-Jaringan Suara.com, Kamis (3/6/2021).
“Jamaah haji tak perlu khawatir, risau, gundah gulana karena uang yang disetorkan selama ini sangat aman,” sambungnya.
Baca Juga: Beredar Informasi 70 Persen Warga Wadas Setuju Pertambangan, Azin: Hoaks Besar!
Berita Terkait
-
Kemenkeu Tegaskan Kabar Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Adalah Hoaks
-
AI Bikin Hoaks Makin Meyakinkan, Nezar Patria: Batas Realitas Jadi Kabur
-
Berita Hoaks, Nama Menkeu Suahasil Nazara Disebut dalam Isu Korupsi Rp500 Triliun
-
Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok
-
Bukan Cuma Hoaks, 7.908 Loker Luar Negeri Fiktif Jadi Ancaman di Ruang Digital
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru
-
Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
-
Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak
-
Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan
-
Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi