Saat menginjak 14 tahun, Daan Mogot terpilih mengikuti pelatihan pemuda Seinen Dojo. Ini sejenis pelatihan militer saat era penjajahan Jepang yang latihannya lebih keras dari militer.
Daan Mogot adalah pemuda yang cerdas. Ini membuatnya terpilih sebagai anggota PETA di usia yang masih muda. Ini hal langka. Umumnya anggota PETA adalah orang-orang Jawa, bukan Manado sepertinya.
Perihal keikutsertaan Daan Mogot di Seinen Dojo, pembentukan ini memiliki kepentingan tersendiri.
Selain sebagai media untuk menguji kemampuan pemuda-pemuda Indonesia dalam masalah kemiliteran juga memiliki misi lain yang erat kaitannya dengan keinginan Jepang mempersiapkan tentara keenambelas untuk operasi militer serta menghadapi serbuan pihak sekutu yang akan menyerbu dari Australia.
Baca Juga: 6 Tempat Wisata di Depok Ini Wajib Banget Dikunjungi
Daan Mogot adalah angkatan pertama dam termasuk dalam jajaran siswa terbaik di Tangerang Seinen Dojo di daerah Batuceper, Tangerang.
Dijelaskan di awal, Daan Mogot adalah orang yang menginisiasi perlu didirikan sekolah militer. Daan Mogot mendirikan Akademi Militer Tangerang pada 18 November 1945 bersama rekannya, Kemal Idris saat masih di Tabanan, Bali.
Daan Mogot juga adalah orang pertama yang menjadi Direktur Akademi Militer Tangerang pada saat usianya belum genap 17 tahun dengan pangkat Mayor.
Gugur di Peristiwa Lengkong
Sebulan setelah usianya 17 tahun, Daan Mogot gugur saat peristiwa Lengkong yakni 25 Januari 1946. Ini membuat sang kekasih, Hadjari Singgih, sangat terpukul. Kado terbaik yang dilakukan Hadjari menggunting rambutnya yang panjang mencapai pinggang lalu menguburkannya bersama jasad Daan Mogot.
Gugurnya Daan Mogot saat Peristiwa Lengkong adalah hal mulia. Bersama 70 Taruna Militer Akademi Tangerang lainnya, di bawah intruksi Kapten Abe, Daan Mogot bertugas melucuti senjata pasukan Jepang.
Baca Juga: Asal Usul China Benteng, Penikahan Warga Pribumi dan Tionghoa Tangerang Zaman Dulu
Pada saat penyerahan Tentara Jepang berlangsung damai, tak diduga-duga meletus tembakan yang membuat kedua belah pihak saling kontak senjata. Pada pertempuran ini, Mayor Daan Mogot tertembak di paha kanan dan dada. Namun ia masih sempat melawan walau akhirnya tak berdaya karena dihujani peluru serdadu Jepang.
Berita Terkait
-
Success Story Wali Kota Tangerang Sachrudin: Perjalanan Honorer Jadi Orang Nomor Satu di Tangerang
-
Puncak Arus Mudik Pelabuhan Merak Diprediksi H-3, Ganjil Genap dan Delaying System Diberlakukan
-
Sepupu Dimutilasi, Marcellino Taruh Tubuh Jefry ke Freezer usai Dipotong 8 Bagian Pakai Gergaji
-
Akal-akalan Kawanan Penimbun BBM Subsidi, Siapkan Plat Nomor Palsu Hingga Tangki Rahasia
-
Anggota TNI AL Penembak Bos Rental Nangis Mohon Ampun di Pengadilan Militer: Anak Saya Masih Kecil
Tag
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
Terkini
-
Libur Lebaran, Pantai Anyer Serang Dipadati Pengunjung
-
Jalur Wisata Pantai Anyer Padat, Polres Cilegon Berlakukan Delay System
-
Antisipasi Kepadatan Libur Lebaran, Jalur Wisata Menuju Pantai Anyer Diterapkan One Way
-
BRI Imbau: Waspada Modus Penipuan Siber Selama Lebaran 2025
-
Sinergi BRI dan Komunitas Lokal dalam Restorasi Ekosistem Laut Gili Matra