SuaraBanten.id - Asal usul nama Jalan Daan Mogot Tangerang diulas. Daan Mogot berasal dari nama seorang pahlawan kemerdekaan yang berjuang di Tangerang.
Tak hanya sosok di balik nama Daan Mogot yang berpengaruh. Jalan Daan Mogot saat ini menjadi urat nadi perekonomnian Jakarta dan Tangerang.
Bahkan jika Jalan Daan Mogot banjir, aktivitas perekonomian lumpuh. Pekerja Jakarta di Tangerang tak bisa beraktivitas.
Jalan Daan Mogot menghubungkan Jalur Grogol dan Cengkareng di Jakarta Barat dengan Kota Tangerang ini memiliki sejarah yang tak bisa dilupakan.
Jasa terbesar Daan Mogot yang selalu diingat adalah karena mendirikan Akademi Militer di Tangerang. Ia meninggal di Tangerang Selatan pada 25 Januari 1946 dalam pertempuran bersejarah Lengkong.
Siapakah Daan Mogot sebenarnya? Dilansir dari situs Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia Daan Mogot ini adalah pejuang muda dengan paras menawan dan meninggal sebagai pahlawan. Daan Mogot tewas di usia remaja, yakni 17 tahun 28 hari.
Kelahiran Manado, 28 Desember 1928 dengan nama baptis Daniel Mogot ini merupakan anak ke lima dari tujuh bersaudara.
Dilansir dari situs resmi jurnal.unindra.ac.id, Daan Mogot lahir dari keluarga yang memiliki jiwa pemimpin. Sang ayah merupakan Hakim Besar Ratahan.
Lahir sebagai anak pejabat pemerintah, Daan Mogot diizinkan sekolah di Europeesche Lagere School (ELS), khusus anak-anak Belanda atau Eropa atau yang disamakan kedudukannya.
Baca Juga: 6 Tempat Wisata di Depok Ini Wajib Banget Dikunjungi
Selepas dari ELS, ia meneruskan pendidikan ke MULO atau setingkat SMP dan AMS atau setingkat SMA.
Saat menginjak 14 tahun, Daan Mogot terpilih mengikuti pelatihan pemuda Seinen Dojo. Ini sejenis pelatihan militer saat era penjajahan Jepang yang latihannya lebih keras dari militer.
Daan Mogot adalah pemuda yang cerdas. Ini membuatnya terpilih sebagai anggota PETA di usia yang masih muda. Ini hal langka. Umumnya anggota PETA adalah orang-orang Jawa, bukan Manado sepertinya.
Perihal keikutsertaan Daan Mogot di Seinen Dojo, pembentukan ini memiliki kepentingan tersendiri.
Selain sebagai media untuk menguji kemampuan pemuda-pemuda Indonesia dalam masalah kemiliteran juga memiliki misi lain yang erat kaitannya dengan keinginan Jepang mempersiapkan tentara keenambelas untuk operasi militer serta menghadapi serbuan pihak sekutu yang akan menyerbu dari Australia.
Daan Mogot adalah angkatan pertama dam termasuk dalam jajaran siswa terbaik di Tangerang Seinen Dojo di daerah Batuceper, Tangerang.
Berita Terkait
-
Tim UI Perkuat Kader Posyandu Sitanala, 66 Balita Jalani Pemeriksaan Multidisiplin
-
Viral Plafon JPO Daan Mogot Menjuntai Imbas Tersangkut Kendaraan Besar
-
Modus Minta Salaman Berujung Kecupan, Kasatpol PP Tangerang Dilaporkan ke Polisi
-
Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum
-
Ketika Negara Melegalkan Prasangka, Mengapa Pembubaran Ibadah Selalu Berulang?
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL
-
Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi
-
Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD
-
Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas
-
DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi