Masyarakat mengumpulkan perhiasan emas dan barang berharga dalam peti, untuk biaya perbekalan perang. Persiapan secara finansial juga dipersiapkan, untuk mendukung usaha perlawanan.
Tanpa perbekalan yang memadai, akan memudahkan pasukan musuh untuk menumpas perlawanan dan tidak akan mampu membiayai perang dalam jangka waktu yang lama.
Selanjutnya, mereka sempat beberapa kali melakukan pertemuan rahasia, pertemuan terakhir di Gulacir pada 22 Juni 1888 M lahir kesepakatan yaitu akan diadakan pemberontakan pada hari sabtu, 17 Juli 1888 M. serangan di mulai setelah sholat subuh dan dikenal dengan “serangan fajar”.
Serangan dilaksanakan serentak dan mendadak di masing-masing daerah. Setelah penyerangan berhasil semua bergabung untuk menyerang kota Serang. Pada tanggal 12 Juli 1888 M terjadi kasus pembunuhan terhadap camat Belanda oleh seorang pendukung Ki Wasyid, maka Ki Wasyid mengutus beberapa kurir untuk memberi instruksi bahwa penyerangan akan dilakukan besok 13 Juli 1888 M.
Pagi hari senin pasukan berkumpul di Beji kemudian menuju Cilegon. Di Jombang wetan dan Cilegon sudah berkumpul pasukan pembantu serangan. Sasaran penyerangan adalah Kantor Afdeling Cilegon. Penyerangan dilakukan dari tiga arah yang berbeda dan mendadak sehingga membuat pasukan Belanda kocar kacir dan Kantor Afdeling Cilegon dapat dikuasai pasukan Ki Wasyid.
Pasukan Ki Wasyid selanjutnya bergerak ke arah Serang, dan Belanda mengirim pasukan secara berlapis dan pasukan bertempur di daerah Pejaten di kaki Gunung Pinang.
Peperangan meluas dari banten Utara sampai Banten selatan, arah Sumur Pandeglang. Pasukan Ki Wasyid akhirnya dapat ditundukan oleh Belanda.
Hal ini disebabkan kemampuan Belanda bertahan dan mengelola perang dengan baik, baik perbekalan maupun peralatan perang. Sementara Ki Wasyid mengandalkan kemampuan senjata golok dan bambu runcing seadanya serta semangat juang yang tinggi. Sebenarnya peperangan ini tidak hanya di sekitar Cilegon, tetapi lebih luas ke seluruh wilayah Banten waktu itu.
Pasca peperangan Geger Cilegon 1888, pasukan Belanda membuang pejuang petani Banten ke berbagai Wilayah daerah jajahan Belanda. Sebanyak 99 orang dibuang beberapa wilayah Indonesia yaitu ke Tondano, Gorontalo, Padang, Kupang, Ternate, Muntok, Banda. Pejuang yang dikenai hukum gantung ada 9 orang, saat ini dikenal dengan desa Pegantungan di Cilegon.
Baca Juga: Kronologis Gubernur Banten Disebut Dalam Kasus Korupsi Dana Hibah Ponpes
Anak, istri, dan kerabat Kiai Wasyid juga dikejar-kejar Belanda untuk dibunuh. Anak Ki Wasyid, Siti Hajar Beji dan Yasin Beji diselamatkan melalui kapal dagang milik Syaik Al-Musyadad yang membawa sayur mayur dan buah-buahan yang dibawa ke tanah suci Mekah. Kiai Wasyid wafat pada 17 Juli 1888 M dan dimakamkan di Kota Cilegon Banten.
Kontributor : Saepulloh
Tag
Berita Terkait
-
Krisis Air Bersih! Warga Cilegon Jalan Kaki Demi Setetes Air
-
Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering
-
Delapan Jam Menyusuri Baduy Mengubah Cara Saya Melihat Sampah
-
Wasit yang Batal Pimpin Laga Piala Dunia 2026 Ditemukan Tewas Tak Wajar di Tempat Umum
-
Kata-kata Bomber Timnas Indonesia Ole Romeny Lanjutkan Karier di Fortuna Sittard
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Nekat Banget! 990 Besi di Atas Trailer Digondol Pakai Mobil Crane
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator