SuaraBanten.id - Polisi ungkap alasan dua mobil travel pemudik ditangkap di Pelabuhan Merak. Akibatnya puluhan penumpang terlunta-lunta di pelabuhan yang dikelola PT ASDP itu.
Dua mobil travel pemudik diamankan PJR Polda Banten. Dua mobil travel pemudik ditangkap lantaran melanggar Prokes atau protokol kesehatan. Dua Daihatsu Grand Max ngandang di Mapolda Banten.
Hal itu dibenarkan Kapolres Cilegon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sigit Wahyono. Diungkapkan Sigit, kedua travel itu diketahui telah melanggar aturan, selain overload juga terlalu menumpuknya penumpang dalam satu kendaraan.
"Iya bener mas, semalam ada dua travel yang diamankan oleh PJR Polda karena menurut aturan lalu lintas sudah melanggar," katanya kepada SuaraBanten.id di Cilegon.
Dikatakan Sigit, selain itu alasan petugas mengamankan 2 kendaraan itu lantaran plat nomornya hitam, akan tetapi digunakan untuk travel.
"Maka dari itu kita amankan kendaraannya, tapi tidak dengan sopirnya, dan nanti bisa diambil lagi pada tanggal 21 mendatang," katanya.
Terkait dengan penumpang yang berada di dalam kendaraan, lanjut Sigit, pihaknya sudah memberikan arahan kepada penumpang yang ada di dalam mobil Grand Max tersebut untuk naik bis, bahkan petugas PJR sudah memberhentikan bus untuk di tumpangi oleh.
"Petugas saat itu langsung mengarahkan penumpang untuk naik bis, karena keinginannya ingin naik bis sendiri, itu kan keinginan dia kita tidak bisa maksa," ungkap Sigit.
Sigit juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudik menggunakan travel gelap atau sejenisnya, karena pihaknya tidak akan segan menindak secara tegas.
Baca Juga: Dua Mobil Travel Pemudik Ditangkap Polisi, Puluhan Penumpang Terlunta-lunta
"Jadi kami mengimbau kepada masyarakat untuk jangan mudik, apalagi sampai menggunakan travel gelap. Karena sekarang kan masa pengetatan, nanti tanggal 6 Mei 2021 masa penyekatan," pungkas Sigit.
Kontributor : Adi Mulyadi
Berita Terkait
-
Usut KMP Batumandi Terbakar hingga Terbalik di Merak, Polisi Periksa Penumpang dan Sopir
-
Pasca Kebakaran KMP Batumandi, Tim SAR Lakukan Pendinginan di Merak
-
Pelabuhan Merak Padat, 75 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera
-
Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang
-
Link CCTV dan Kapal Pelabuhan Merak untuk Pantau Arus Mudik Nataru 2025 Real-Time
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu