SuaraBanten.id - Kitab Gundul Nihayati Az-Zain dari ulama Tanara, Banten menjadi pilihan Ponpes Nurul Ihsan Kalanganyar Kabupaten Lebak perdalam Islam selama Ramadhan 1442 hijriah. Kitab Gundul Nihayati Az-Zain dinilai bisa menjelaskan Islam dari sudut ajaran dasar dan tradisional.
Pimpinan Ponpes Nurul Ihsan Kalanganyar Kabupaten Lebak, Kiai Daud Yusuf menjelaskan pengajian Kitab Nihayati Az-Zain itu memperdalam kemampuan santri untuk menguasai bidang ilmu fiqh, tasawuf dan akidah Islam.
"Kami khusus memperdalam kajian "kitab gundul" Nihayati Az-Zain karya ulama terkemuka di dunia dari Tanara, Banten," kata Daud Yusuf di Lebak, Rabu (14/4/2021).
Oleh karena itu, santri mencoret menggunakan pena hitam untuk mengartikan kalimat secara bahasa atau "luhgoh".
Di samping itu santri mendengarkan pembahasan Kitab Nihayati Az-Zain yang disampaikan kiyai atau ustadz untuk memaknai kalimat tersebut.
Penyampaian pengkajian kitab itu menggunakan bahasa jawa, seperti kalimat "lan" artinya dan juga kalimat "kalawan" artinya dengan.
"Kami setiap Ramadhan khusus memperdalam kajian kitab gundul karya ulama asal Tanara, Banten yakni bernama An Nawawi Al-Jawi yang wafat tahun 1317 H," katanya menjelaskan.
Ia mengatakan kitab Nihayati Az-Zain itu bermazhab Asy-Syafi’i cukup dikenal oleh kaum Muslimin di Indonesia.
Pengkajian kitab gundul di ponpes itu dihadiri sebanyak 35 santri juga ada dari Lampung.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Surabaya Raya, Kamis 15 April 2021
"Kami berharap melalui pengkajian kitab itu dapat meningkatkan kompetensi santri dalam mengembangkan ilmu-ilmu fiqih, tasawuf hingga akidah," katanya.
Ia mengatakan para santri yang mengikuti pengkajian Kitab Nihayati Az-Zain tentu mereka sudah mampu membaca "kitab gundul" secara etimiologi bahasa dan harkat dengan benar sesuai ilmu "nahwu" dan "shorof".
Selain itu juga mampu menafsirkan dan menerjemahkan makna dalam kajian kitab gundul menggunakan bahasa jawa, sunda dan Indonesia.
Sebab, kajian kitab kuning untuk memperdalam kajian ilmu ibadah dan hukum Islam (fiqh).
"Kami memperdalam kajian kitab Nihayati Az-Zain setelah shalat Subuh dan Dzuhur," katanya.
Pimpinan Ponpes Nurul Masani Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak KH Hasan Basri mengatakan bahwa santrinya kebanyakan warga Lebak dan selama Ramadhan mereka menelaah kitab gundul agar mampu membaca dengan benar juga memaknai secara harfiah.
Berita Terkait
-
Iqbal Ramadhan Totalitas Perankan Ijal di Film Operasi Pesta Copet
-
Reuni Akbar! Krakatau dan Karimata Siap Manggung di JGTC Besok Malam
-
Kekayaan Dimyati Natakusumah, Wakil Gubernur Banten yang Viral di X
-
Profil Risya Azzahra Natakusumah, Anak Wakil Gubernur Banten yang Viral di X
-
Dimyati Natakusumah Keturunan Siapa? Dinasti Politik Keluarganya Viral di X
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Belum Memiliki Penasihat Hukum, Sidang Perdana Terdakwa Pembunuhan Anak Politisi Cilegon Ditunda
-
Jaksa Agung Lantik Puluhan Kajati dan Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkap Posisi Barunya
-
Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu
-
Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan
-
Hashim Djojohadikusumo Ungkap Hal Mengejutkan Soal Prabowo di Pelantikan INTI