SuaraBanten.id - Kesejahteraan guru honorer di Kabupaten Tangerang jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan para guru ASN.
Sudah gaji kecil, para guru honorer bahkan belum menerima gaji selama tiga bulan terakhir. hal tersebut lantaran Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebagai pembayaran honor bagi Guru Non-ASN tersebut belum juga dicairkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
Sejumlah guru yang tergabung dalam Forum Persatuan Guru Honor se-Kabupaten Tangerang mengadukan nasibnya ke Komisi II DPRD kabupaten Tangerang. Mereka mengeruduk DPRD Kabupaten Tangerang lantaran merasa kesehteraannya terabaikan.
Salah seorang guru honorer M. Hafis mengatakan, sedikitnya ada empat poin yang dibahas dalam pertemuan para guru honorer dengan Komisi II yang juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
Pertama, kata dia, terkait dana BOP yang sudah tiga bulan belum dicairkan. Besarannya, tergantung dari masa kerja yakni 0-5 tahun sebesar 1 Juta, 5-10 tahun 1,3 juta, 10-15 1,6 juta, dan masa kerja lebih 15 tahun menerima 2 juta rupiah.
“Untuk BOP ini tadi Dinas Pendidikan menyatakan bahwa mereka masih melakukan pembenahan terkait standar karena perbupnya sudah dirubah harus S1. Menurut mereka, saat ini ada 429 tenaga honor yang belum S1 dan dialihfungsikan menjadi tenaga kependidikan dan itu baru 95 persen, alasan mereka itu kendalanya,” ungkapnya kepada Bantenhits.com (Jaringan SuaraBanten.id).
Selain masalah macetnya dana BOP, dalam pertemuan itu para guru juga mengadukan soal keterlambatan pencairan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) Reguler yang telah terjadi selama beberapa bulan.
“Yang kedua masalah bosreg di sekolah-sekolah juga belum pada cair sehingga menghambat ekonomi kita selaku guru honor yang sudah beberapa bulan tersendat,” ujarnya
Tak hanya itu, para guru honorer ini juga menginginkan adanya peningkatan atau standar minimum gaji yang diterima.
Baca Juga: Dua Bulan Tenaga Honorer Belum Gajian, Bupati Jember: Cari Solusi Tepat
“Selama ini sekolah-sekolah itu berbeda ada yang 1 jamnya 20 ribu ada yang 1 jam nya 40 ribu. Pengennya seperti kota Tangsel bahkan sudah ada BOP duluan yang jumlahnya lebih besar dari Kabupaten,” urainya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, poin ketiga yang dibahas yakni mengenai pengajuan BPJS kesehatan bagi tenaga honorer. Kata dia, berdasarkan hasil audiensi dengan Dinas Pendidikan terkait BPJS belum lama ini baru BPJS ketenagakerjaan saja yang baru tereafilisasi.
“Untuk kesehatan belum padahal istri dan anak-anak kita juga kan tanggungan kita yah. Tadi juga dewan mengatakan mau direkap dulu ada berapa sih guru honorer di Kabupaten Tangerang ini yang mudah-mudahan bisa dialokasikan dari APBD untuk BPJS kesehatannya,” Terangnya.
Poin terakhir, ia menambahkan, para guru honorer di Kabupaten Tangerang juga menginginkan adanya legalitas melalui SK pengangkatan baik melalui jalur P3K mau pun formasi CPNS.
Bahkan, ia menyebut, saat ini masih ada sekitar 8.000 guru honor di Kabupaten Tangerang yang belum terakomodir baik untuk P3K mau pun CPNS.
“Kita mengerti pembenahan di Kabupaten Tangerang sangat luar biasa tapi paling tidak dari APBD Kabupaten itu ada prioritas untuk Guru honorer. Selama ini belum ada kepastian apakah kami akan diikutkan P3K atau formasi ASN,” Tukasnya.
Tag
Berita Terkait
-
DPR Kritik SE Mendikdasmen: Hanya Solusi Jangka Pendek, Tapi Status Guru Honorer Masih Tak Jelas
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?
-
Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS
-
Dompet Kosong Guru Honorer dan Nurani yang Ikut Terkoyak
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Satu Tahun Ratu Zakiyah-Najib, Program Pendidikan dan Kesehatan Tuai Apresiasi Dewan
-
PAN Cilegon Siapkan Strategi Menang Pemilu 2029, Fokus Konsolidasi hingga Pendataan Relawan
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Wabup vs Bapperida, Kebijakan TPA Bojong Menteng Serang Terpecah Belah?
-
Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang