SuaraBanten.id - SBY dan AHY diingatkan untuk tidak terus-terusan merong-rong Jokowi. Sebab bisa aja Jokowi marah besar.
Hal itu dinyatakan Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), yakni Immanuel Ebenezer. Dia peringatan keras kepada Agus Harimurti Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Immanuel meminta agar bapak-anak itu lekas berhenti menyeret-nyeret Jokowi dalam kisruh internal yang terjadi pada Partai Demokrat.
Menurutnya, jika terus-terusan diseret dalam kisruh berujung Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang beberapa waktu lalu itu, maka Presiden Jokowi bisa marah besar.
“Kalau SBY dan AHY tetap melakukan playing victim dan terus-terusan menyeret Presiden Jokowi, Pak Presiden bisa marah besar juga, lho” ujar Immanuel.
Pria yang akrab disapa Noel itu menekankan bahwa Presiden Jokowi sama sekali tak memiliki kepentingan apa pun dengan kisruh partai berlambang bintang mercy tersebut.
“Saya menyesalkan karena menyeret-nyeret Presiden Jokowi. Yang jelas, Jokowi tidak mempunyai kepentingan terhadap konflik KLB itu sendiri,” tegasnya.
Noel juga beranggapan bahwa sikap SBY dan AHY tidaklah etis karena salalu saja mengait-ngaitkan Presiden Jokowi dalam kisruh internal partai mereka.
Menurutnya, orang nomor satu di Indonesia itu banyak kerjaan dan super sibuk mengurusi bangsa serta masyarakat ketimbang harus ikut campur dalam permasalahan internal Partai Demokrat.
Baca Juga: Bukti Gibran dan Bobby Jadi Wali Kota, Jokowi Bisa Jadi Presiden 3 Periode
Ia juga menilai bahwasanya mengurusi partai politik seperti Demokrat bukanlah level dari seorang Presiden Jokowi.
“Tidak etis. Pak Jokowi orangnya sibuk kerja untuk bangsa, untuk masyarakat, membangun demokrasi dan negara,” ucap Noel.
“Bukan levelnya ngurusin partai politik seperti Demokrat,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Aldi Taher Pamer Chat dengan AHY, Isi Percakapan Jadi Sorotan
-
AHY Tegur Keras Pejabat yang 'Ngeloyor' Pergi saat Dirinya Berbicara: 'Anda Dengarkan Saya Dulu!
-
Nadiem Makarim Ungkap Peran Jokowi dalam Pembentukan Tim Shadow
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
7 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Ngapel Berujung Sel! Pemuda Lebak Banten Diciduk Polisi Usai Kepergok Kakak Pacar
-
Nasib Tragis Pasutri Eks Pejabat Serang, Masuk Bui Gara-Gara Urusan Tanah 1.560 Meter
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Mei 2026: Kualitas Bintang Lima untuk Anak Muda Kalcer
-
Tabrak Kerumunan Siswa SD Hingga Tewas, Kadis di Pandeglang Jadi Tersangka Tapi Tak Ditahan