SuaraBanten.id - Pernikahan menjadi salah satu momen yang paling membahagiakan dalam hidup seseorang. Bahkan, saking bahagianya momen yang satu ini tak terlupakan sepanjang hidup.
Namun, hal itu nampaknya tidak dialami oleh Rosy Sahu, seorang wanita yang pada Kamis (4/3/2021) lalu melaksanakan pernikahan dengan kekasihnya.
Wanita yang berasal dari India itu diduga meninggal dunia akibat serangan jantung yang disebabkan menangis berlebihan sesaat setelah menikah.
Melansir dari News 18, peristiwa ini terjadi di Sonepur, Odisha saat Rosy tengah berada di rumah orang tuanya untuk mempersiapkan upacara bidaai. Semacam ritual pasca pernikahan dengan membawa mempelai wanita ke rumah suaminya.
Mempelai wanita nampak sehat dan bugar saat pelaksanaan pernikahan sehari sebelumnya. Namun, esko paginya ia dikabarkan menangis tanpa henti bahkan hingga tak sadarkan diri.
Salah seorang tamu dalam undangan pesta menyebut, Rosy mengalami tekanan lantaran sang ayah meninggal dunia beberapa bulans ebelumnya.
“Dia terus menangis saat pergi. Kami tahu bahwa dia mengalami banyak tekanan karena dia telah kehilangan ayahnya beberapa bulan yang lalu,” kata Ramesh Sahu, tetangga Rosy kepada Hindustan Times, yang dilansir Batamnews (jaringan Suara.com).
Saat Rosy tak sadarkan diri, keluarga sempat mencoba berbagai usaha untuk membangunkan dirinya namun nihil. Mereka akhirnya membawa Rosy ke UGD Rumah Sakit CHC Dunguripallu.
Nahas, saat tiba di RS, Rosy dinyatakan meninggal dunia oleh dokter. Pihak RS menyebut, Rosy diidentifikasi mengalami gagal jantung.
Baca Juga: Jelang Nikah, Ucapan Terima Kasih Aurel untuk Anang dan Ashanty Bikin Haru
Dalam laporan tersebut juga menyebut, Rosy sama sekali tidak seperti orang sakit dan nampak bugar. Jasadnya kemudian dikirim untuk bedah mayat dan hasil akhir akan diserahkan ke keluarga setelah otopsi.
“Kami tidak berharap dia mati dengan cara seperti itu. Dia adalah gadis yang manis,” kata Ramesh Sahu.
Berita Terkait
-
Viral Ibu Suapi Anaknya di Hari Pernikahan, Emasnya Bikin Salah Fokus
-
Viral Video PM Thailand Tak Pakai Masker Semprot Disinfektan ke Wartawan
-
4 Fakta Terbaru TKA Korea Tendang Buruh Wanita di Subang, Pelaku Dipecat
-
Bakar Al Quran di Serang, Pelaku Ngaku Mendengar Bisikan di Kepala
-
Viral Curhat Anak Bikin Terenyuh, Diam-diam Beli Dagangan Ibu yang Sepi
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi di Pegadaian, Kepala Unit Layanan Syariah Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup