Bangun Santoso
Selasa, 02 Februari 2021 | 08:24 WIB
Sebagai ilustrasi: Kondisi rumah yang ambrol di Dampit Kabupaten Malang akibat pergerakan tanah. [Foto: BPBD Kabupaten Malang]

SuaraBanten.id - Rasa was-was tengah menghantui Warga Kampung Jampang, Desa Sudamanik, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Bagaimana tidak, saat ini rumah mereka terancam roboh setelah terjadi pergerakan tanah.

Pada tanggal 3 Januari 2021 tercatat 41 rumah warga mengalami kerusakan terdampak pergerakan tanah. Bahkan tiga rumah di antaranya telah roboh total.

Hal itu membuat mereka tak betah berdiam diri di rumah, terutama saat musim penghujan. Warga memilih keluar untuk berjaga-jaga dan takut tertimpa rumahnya jika sewaktu-waktu terjadi hujan.

“Pokoknya kalau hujan warga yang rumahnya rusak pada was-was, nggak berani di dalam rumah, pasti lari keluar rumah. Takut roboh, ” kata Ubay, ketua RT Ubay seperti diwartakan Bantenhits.com (jaringan Suara.com), Minggu (31/1/2021).

Menurut Ubay, untuk warga yang rumahnya telah rata dan roboh saat ini sudah mengungsi di rumah sanak saudaranya yang lokasinya lebih aman.

“Ada yang mengungsi di rumah saudaranya yang di desa sebrang, bahkan ada yang bikin gubuk atau rumah kayu di tengah kebun,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan bantuan, serta merelokasi warga kampung Jampang yang terdampak pergerakan tanah ini.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, warga yang terdampak pergerakan tanah di Kampung Jampang nantinya akan mendapatkan bantuan.

Kata dia, saat ini permohonan bantuan telah diajukan pihaknya kepada Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Baca Juga: Pergerakan Tanah Meluas, Puluhan Warga Gunung Beser Sukabumi Mengungsi

“Untuk relokasi tidaknya, nanti akan dilakukan setelah adanya Disposisi dari Bupati, tapi nanti juga akan dilakukan musyawarah dengan masyarakat sekitar guna mencari solusi yang terbaik," ujarnya.

Load More