SuaraBanten.id - Kota Serang jadi tempat sampah warga Tangerang Selatan. Namun belakangan terungkap Pemkot Serang sendiri belum siap menampung 100 persen. Terutama dari sisi pengolahan sampah itu.
Kekinian, Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang masih menjajaki formula pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. TPSA itu menjadi tempat pembuangan sampah dari Tangerang Selatan.
Kondisi saat ini, TPSA Cilowong menampung sebanyak 300-350 ton sampah per hari dari Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten. Sementara itu, berdasarkan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Serang dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, sampah dari Tangsel akan masuk ke Kota Serang sebanyak 350-400 ton per hari.
Jika dijumlahkan akan masuk sebanyak 700-750 ton sampah per hari ke TPSA Cilowong.
“Berdasarkan kajian di internal DLH Kota Serang, jika sampah tersebut tidak diolah dan menumpuk begitu saja akan penuh (over kapasitas) 1-3 tahun ke depan. Namun jika diolah perkiraan akan sampai 9-10 tahun kedepan dengan menggunakan mesin pengolahan kapasitas 150-200 ton per hari,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Askolani berbincang dengan Bantennews.co.id, Rabu (27/1/2021).
Sejauh ini, Kota Serang sendiri belum memiliki mesin pengolahan sampah sendiri. Selama ini, pihak DLH Kota Serang masih mengandalkan kerja sama ‘pertemanan” dengan pemilik mesin pengolahan sampah karbon.
“Sampah dari Kota Serang kita oleh di bank sampah, daur ulang menjadi kompos, gas cair dan karbon. Dengan demikian sampah dari hulu kami kelola hingga menjadi sampah residu untuk mengurangi volume sampah,” katanya.
Tanpa hal itu, jika sampah hanya mengandalkan angkuat dan buang ke TPSA akan berdampak longsor.
“Kedepan kami berupaya meski mengandalkan teknologi meningkatkan daya tampung, minimal menambah umur penampungan.”
Baca Juga: Dikirim 400 Ton Sampah, Aktivis: Kota Serang Bukan Kota Sampah
Sebelumnya, Wali Kota Serang Syafrudin menerima permohonan kerja sama penampungan sampah dari Pemkot Tangsel karena pembuangan sampah Cipeucang yang jebol.
Tangsel meminta Cilowong bisa menampung 300 ton sampah per hari. Pemkot sendiri menyambut baik rencana ini termasuk bisa menambah PAD senilai Rp 48 miliar setahun.
Mereka juga katanya siap membangun akses infrastruktur menuju pembuangan sampah.
Ketua RT 12 Lingkungan Pasir Gadung Wadas, Eni Jumaeni mengaku resah dengan rencana masuknya sampah dari Tangsel ke Kota Serang. Diketahui, usai nota kesepahaman antar kedua pemkot tersebut, salah satu item kerjasama yang menjadi perhatian adalah soal sampah. Diwacanakan Pemkot Tangsel akan membuang sampahnya ke Cilowong sebanyak 400 ton perharinya.
“Masyarakat di sini pengennya pihak Pemkot yang ke sini. Ini tidak ada sosialisasi dari lurah, kumpulan baru kemarin bahkan saya tidak dateng, sengaja karena pasti diminta tandatangan,” ujarnya kepada awak media.
Awal Januari 2019 silam, dua warga sekitar bernama Jemah (45) warga Kampung Cikoak dan Ida (42) warga lingkungan yang sama terkubur sampah. Kedua jenazah tidak ditemukan.
Keduanya sempat diperingatkan oleh petugas TPSA bernama Dodi sesaat sebelum longsor terjadi. Peringatan terlambat karena keduanya lenyap tertimbun longsoran sampah.
Berita Terkait
-
Serahkan Bukti ke Polisi, Pengacara Beberkan Kronologi Temuan 340 Ribu Dolar Singapura
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk
-
Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih
-
Beraksi di RS Buah Hati Pamulang, Tiga Pembobol ATM Ambruk Ditembak Polisi
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang
-
Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit