SuaraBanten.id - Seorang terduga kasus narkotika berinisial SS (33) tewas saat masih menjalani penyelidikan di Polres Tangerang Selatan dikabarkan tewas.
Informasi ini ramai dibahas di berbagai media, dikabarkan SS meninggal dunia di penjara Mapolres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Jumat (11/12/2020) lalu. Tepatnya pada hari ke-10 masa penahanan.
Pihak keluarga menduga, ada tindak kekerasan yang dialami korban selama masa penahanan. Hal ini diketahui setelah ditemukan adanya luka di bagian wajah dan tubuh korban ketika adik Sigit menjenguknya.
“Waktu dibesuk, Sigit kondisinya sudah parah. Di jidatnya ada luka robek, leher belakangnya ada luka kayak bekas tetes-tetesan plastik dibakar. Kelingking kanannya patah," ucap salah satu sumber, dikutip dari Bantennews (jaringan suara.com).
"Waktu diajak ngobrol, kelihatan banget dia benar-benar nahan sakit, enggak tahu badannya ada luka apa lagi. Saat adiknya bertanya sama Sigit, polisi justru yang sering memotong menjawabnya,” lanjutnya.
Menanggapi hal itu, pihak kepolisian lantas turut angkat bicara terkait adanya napi yang tewas diduga akibat kekerasan yang dialami di ruang tahanan.
Waka Polres Tangsel Kompol Stefhanus Luckyto membeberkan kronologis soal tewasnya tahanan berinisial SS.
"Bahwa tanggal 1 Desember 2020 Pukul 22.00 Satnarkoba mendapatkan keterangan dari warga di Lengkong Wetan Serpong sering digunakan transaksi narkotika. Kemudian merespon dan berhasil mengamankan tersangka inisial SS umur 33 tahun lahir di Tegal dan beralamat di Pesanggarahan," kata Luckyto saat rilis di Mapolres Tangsel, Kamis (17/12/2020).
Dari penangkapan tersebut, polisi menemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,3 gram.
Baca Juga: Penemuan Kapal Misterius di Pulau Terpencil, Berisi 649 Kg Kokain
"Satnarkoba berhasil mengamankan barangbukti 0,3 gram sabu. Kemudian melakukan penyelidikan. Tanggal 1 ditangkap, tanggal 3 dilakukan penahanan," ungkap Luckyto.
Luckyto menjelaskan, sebelum meninggal, SS sempat mendapatkan perawatan medis beberapa kali baik di rumah sakit maupun unit kesehatan di Polres Tangse lantaran mengeluhkan sesak nafas.
SS pertama kali mengeluhkan sesak nafas pada 9 Desember 2020 sekira pukul 02.30 WIB dilaporkan Satuan Penahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) dan narkoba membawa SS ke rumah sakit swasta di Tangsel.
Ia kemudian mendapat tindakan medis berupa oksigen tambahan selama dua jam dan diberikan obat dan kembali ke tahanan.
Pada tanggal 10 Desember 2020 SS kembali mengeluhkan penyakit serupa, sesak nafas. Lalu dibawa ke unit kesehatan di Polres Tangsel. Kemudian membaik.
Pada 11 Desember 2020, SS kembali mengeluhkan sesak nafas dan kembali dibawa ke rumah sakit. Nahas, SS kemudian meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Drama Penangkapan Pasutri 'Manusia Kapsul' Pembawa Sabu di Bandara Soetta
-
Tanggapi Penolakan Sampah Tangsel, Sekda Banten: Kota Serang Harus Diskusi dengan Warga
-
4 Spot Wisata Kuliner Hits di Tangsel yang Wajib Kamu Coba Akhir Pekan Ini
-
Pemkot Cilegon Didesak Bentuk Tim Khusus Penanganan Banjir
-
Bogor dan Serang Kompak 'Tutup Pintu' untuk Sampah Kiriman Tangsel