Saat itu, Umiyati mengaku tidak memiliki firasat buruk apapun tentang putrinya. Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) luar negeri juga karena niatnya ingin membantu ekonomi keluarga.
"Awalnya saya sempat melarang karena dia masih di bawah umur. Tapi dia tetap ingin pergi melihat temannya sudah sukses katanya di sana," tandasnya.
"Saya pun sempat dikasih uang Rp 200 ribu dari putri saya. Dia dikasih uang Rp 3 juta dari sponsor untuk mengurus paspor," lanjutnya.
Umiyati menuturkan putrinya mengetahui perusahaan sponsor tersebut dari temannya yang juga seorang TKI di Arab Saudi. Karena itu Afriyani memutuskan ingin mengikuti temannya itu.
"Anak saya bisa berangkat dan tahu perusahaan sponsor di Jakarta itu karena temannya yang juga TKI. Sebelum itu anak saya itu bekerja tapi berhenti karena mau ikut jadi TKI," ungkapnya.
Sejak itu, Umiyati mau tak mau merelakan putrinya pergi ke luar negeri menjadi TKI.
Dia pun sempat menasihati anaknya untuk berhati-hati di negeri seberang.
"Saya sempat pesan sama dia kalau sudah kerja di sana yang nurut sama bos. Kerja baik-baik saja, hati-hati dan jangan tinggalkan salat," paparnya.
Kini Umiyati hanya berharap jenazah anaknya dipulangkan ke rumahnya untuk disemayamkan.
Baca Juga: Mayat Dalam Koper di Mekkah, Afryani Dipulangkan ke Kronjo Tangerang
"Kalau memang sudah meninggal jenazahnya kalau boleh dibawa ke sini. Sampai sekarang saya juga belum mendapat kejelasan, makanya sebenarnya masih tidak percaya," imbuhnya.
Rajin Ibadah
Umiyati menyebut sosok putrinya merupakan anak yang penurut dan baik kepada teman-temannya.
"Dia itu selain berbakti kepada orang tuanya, juga baik hati sama teman-temannya. Orangnya tuh royal dan enggak perhitungan sama teman apalagi saya emaknya," ucapnya.
Umiyati melanjutkan, selama bersekolah di Yayasan Nurul Ihsan Kresek (SMU) hingga menamatkan tahun 2018, Afriyani sering mengajak temannya ke rumah.
"Dari sekolah sampai lulus, teman-temannya sering diajak ke rumah untuk sekadar makan dan ngobrol. Makan di sini juga seadanya saja," paparnya.
Berita Terkait
-
Sadis Kasus Mayat Dalam Koper di Thailand, Warga Australia Bunuh Perempuan 17 Tahun
-
April Asal Cirebon Juara 3 Dangdut Academy 7, Hadiahnya Fantastis Termasuk Apartemen
-
Terkuak Motif Uswatun Khasanah Dimutilasi, Suami Siri Ngaku Sakit Hati Putrinya Disumpahi jadi PSK
-
Sadisnya Pemutilasi Mayat Janda Dalam Koper: Kaki Korban Dibuang di Ponorogo, Kepala di Trenggalek!
-
Jadi Lokasi Janda di Ngawi Dimutilasi Pembunuhnya? Ini Jejak Uswatun Khasanah di Kamar Hotel 301
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Masih Berasap, Basarnas Lakukan Pendinginan KMP Batumandi, 89 Kendaraan Diduga Ikut Terbakar
-
16 Penumpang KMP Batumandi Terbakar Alami Luka, Ada yang Patah Tulang dan Gangguan Pernapasan
-
KMP Batumandi Terbakar Bawa 420 Penumpang dan 89 Kendaraan, Dirut ASDP Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
-
KMP Batumandi Terbakar, Tiga Tugboat PT PCM Bantu Pemadaman dan Evakuasi Penumpang
-
Ada Sampah Covid-19 di TPST Abu & Co, Akademisi Soroti Tingginya Potensi Pencemaran Sungai Cisadane