SuaraBanten.id - Wisma PKPRI yang di jadikan rumah isolasi atau karantina bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) di Pandeglang kurang maksimal. Pasalnya, warga Pandeglang yang terkonfirmasi Covid-19 ogah menempati wisma tersebut.
Padahal, rumah isolasi itu sudah disiapkan Pemkab Pandeglang hampir seminggu lebih. Namun baru dua pasien OTG yang bersedia melakukan isolasi.
Berdasarkan informasi dari Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Pandeglang kasus terkonfirmasi positif di Pandeglang telah mencapai 190 kasus diantaranya 140 sembuh, 7 orang meninggal dunia, sisanya dalam perawatan.
Untuk diketahui, Wisma PKP RI yang terletak di Jalan Raya Labuan KM 3 Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang disulap menjadi rumah isolasi atau karantina bagi pasien covid-19 khusus OTG.
Tempat untuk penampungan pasien OTG Covid-19 sudah dibuka oleh Pemkab Pandeglang sejak Rabu (14/10/2020).
Pemkab Pandeglang menggelontor anggaran dari APBD Pandeglang sebesar Rp 180 juta dalam kurun waktu tiga bulan untu menyewa bangunan yang bisa menampung hingga 100 pasien itu.
Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Pandeglang Ahmad Sulaeman mengaku, para pasien enggan menempati rumah isolasi.
Bahkan, dua pasien yang mau menempati bangunan tersebut bersedia diisolasi di lokasi tersebut lantaran berkali-kali dibujuk Tim Gugus Tugas.
"Itu kan yang di Carita kita bujuk (untuk isolasi di PKPRI) jadi mau," kata Sulaeman saat dihubungi melalui sambungan telpon kepada suarabanten.id, Kamis (22/10/2020).
Baca Juga: Pemkot Tak Larang Wisatawan Berlibur ke Bogor Long Weekend Nanti
Pria yang akrab di sapa Sule ini menjelaskan, penyebab pasien enggan menempati rumah isolasi. Salah satunya ada izin dari pihak keluarga.
Hal tersebut jelas saja membuat Tim Gugus Tugas tidak bisa berbuat banyak. Terlebih, Sule khawatir akan membuat gaduh masyarakat.
"Banyak pertimbangan ada dari keluarganya. Akhirnya kita gak bisa maksa, khawatir nanti dampaknya resah di masyarakat,"ungkapnya.
Mengetahui hal ini, Pemkab Pandeglang lantas mengambil langkah persuasif agar para pasien bersedia melakukan isolasi di PKPRI.
"Jadi kita ambil langkah persuasif ayo kita kalau di rumah gak memungkinkan, kalau dia OTG sendiri terkonfirmasi sementara anggota keluarganya negatif. Kan itu isolasi nya lebih baik di PKPRI dari pada di rumah, takut menularkan ke yang lain,"ujarnya.
Sule meminta kepada semua pihak terutama pihak kecamatan di Pandeglang untuk menyebarkan informasi terkait keberadaan rumah isolasi mengadopsi Wisma Atlet Jakarta.
Berita Terkait
-
Pemkot Tak Larang Wisatawan Berlibur ke Bogor Long Weekend Nanti
-
Jelang Libur Panjang Akhir Oktober, Prokes Tempat Wisata Bali Diperketat
-
Ruang Isolasi Pasien Corona RS Tugurejo Kebakaran, Ini Hasil Analisa Polisi
-
Detik-detik Satgas Covid-19 Sumut Diserang Saat Razia Diduga Markas Judi
-
Edy Rahmayadi Serahkan Kasus Penyerangan Satgas Covid-19 Sumut ke Polisi
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Bakar Sampah Sembarangan di Tangsel Bisa Masuk Penjara? Ini Penjelasannya
-
GMNI Tangerang Tolak Keras Wacana Pilkada Dipilih DPRD: Rakyat Bukan Penonton
-
Jadwal KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kamis 8 Januari 2026
-
Jerat Kripto dan Utang Kalangan Pekerja di Balik Kasus Sadis Pembunuhan Anak Politisi PKS
-
Punya Nasab Kuat dan Peduli Umat, KH Asep Saefudin Chalim Didorong Jadi Rais 'Aam PBNU