SuaraBanten.id - Petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri menggelar razia di sejumlah kontrakan di Kelurahan Kalang Anyar, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Selasa (7/6/2020).
Dari razia itu, petugas menemukan tujuh remaja tanggung di beberapa kamar kontrakan. Dua di antara anak tersebut berjenis kelamin perempuan. Saat akan diperiksa identitasnya, leher dua anak perempuan tersebut terlihat dipenuhi tanda merah bekas cupangan alias bekas ciuman.
Dikutip Suara.com dari Bantenhits.com, dua anak perempuan itu kepada petugas mengaku lehernya dicupang oleh pasangannya yang juga ada di dalam kamar kontrakan tersebut.
Setidaknya ada sebanyak 32 penghuni kontrakan kedapatan tak memiliki KTP. Tiga pasangan dari puluhan orang itu juga diketahui bukan pasangan suami istri.
Mereka pun langsung digelandang petugas.
Razia yustisi ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bergerak menuju kos-kosan dan kontrakan yang berada di Kelurahan Karang Asem dan Kalitimbang sedangkan tim kedua melakukan razia di Kelurahan Cibeber, dan Kedaleman, Kecamatan Cibeber.
Saat tiba di sebuah kosan di wilayah Kalang Anyar, petugas menemukan satu kos-kosan yang berisikan tujuh anak yang dua di antaranya perempuan.
Kepada petugas mereka sempat mengaku sebagai seorang pengamen jalanan. Namun, petugas yang curiga melihat bekas cupangan pada leher dua anak perempuan, kemudian menginterogasi mereka.
Mereka pun akhirnya mengaku jika mereka berasal dari wilayah Waringin Kurung, Kabupaten Serang. Setelah memberikan pembinaan, petugas pun langsung membubarkan mereka.
Ngaku dari Pesantren
Baca Juga: PSK Ketiban Apes, Digerebek Satpol PP Lagi Main sama Pelanggan di Kos
Saat akan dipulangkan, ternyata salah satu dari tujuh anak ini diketahui membawa motor. Petugas kepolisian dari Tim Jawara Back Bone Polres Cilegon kemudian memeriksa surat-surat kendaraan tersebut.
Dan ternyata, anak tersebut ternyata tak mampu menunjukkan surat kepemilikan sah atas kendaraan tersebut. Namun, ketika itu anak remaja itu mengaku meruapakan santri sebuah pondok pesantren.
Mendengar pengakuan itu, petugas kepolisian memberikan hukuman dengan meminta anak pemilik kendaraan membaca ayat suci Alquran. Ironisnya, pemilik kendaraan berinisial F itu terbata-bata, bahkan tak bisa membaca ayat suci Alquran.
Kabid Penegak Perundang-undangan Dinas Satpol PP Kota Cilegon, Sofan Maksudi mengungkapkan, selain memastikan para penghuni kosan dan kontrakan memiliki identitas diri, tujuan diaksanakannya razia juga guna meminimalisir adanya tindakan kejahatan di dalam kos dan kontrakan.
“Seluruh penghuni kosan yang kedapatan tidak memiliki identitas diri seperti KTP dan keterangan domisili, dibawa ke kelurahan untuk dilakukan pendataan. Selain itu, kita juga mengantisipasi dijadikannya kosan untuk kegiatan-kegiatan yang meresahkan dan dapat menimbulkan kejahatan,” kata dia.
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia