SuaraBanten.id - Hidup dalam kemiskinan di tengah pandemi Corona yang tak tahu kapan berakhirnya menjadi cobaan yang kini dihadapi Rusmini. Nenek berusia 71 tahun tersebut kini hidup sebatang kara dalam bangunan rumah yang reot dan lapuk.
Meski tinggal di rumah yang didiaminya selama ini, Warga Kampung Teras Tayib RT 06/RW 03 Desa Kamaruton Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang tak bisa menikmati fasilitas seperti layaknya warga lain.
Sehari-hari, Rusmini mengandalkan penerangan listrik dari tetangganya yang masih terhitung keponakan. Pun untuk memasak, dia masih menangdalkan tungku yang menggunakan kayu bekas untuk menghasilkan api.
"Listriknya dapat ikut ke ponakan, ikut juga eggak pernah bayar. Iya tuh, acak-acakan rumahnya juga," kata Nenek Rusmini yang hanya bisa berbicara bahasa Jawa Serang (Jaseng) saat ditemui di kediamannya, Senin (11/05/2020).
Meski hidup dalam kemiskinan, Rusmini tak pernah sekalipun mendapat bantuan program sosial maupun kesehatan dari pemerintah daerah pun pemerintah pusat.
"Enggak dapat bantuan, cuma dapat bantuan beras doang dari Pak Camat. Enggak pernah dikasih apa-apa. Saya minta tolong dibantuin, tapi enggak bisa katanya. KTP, KK juga ada," katanya.
Meski begitu, Rusmini tetap berusaha hidup mandiri. Dia mengaku untuk menyambung hidup dan bisa makan sehari-hari, terpaksa mengais sisa gabah atau butiran padi di sawah, ketika musim panen datang.
Terkadang, Rusmini harus mencari ikan di sawah dan sungai untuk dijual kembali. Jika tak laku, gabah dan ikan kecil itu diolah untuk makan sehari-hari. Jika beruntung, ada warga yang membeli karena kasihan dengannya.
"Makannya dikasih, kadang ada yang ngasih, kadang dari bekas padi di sawah, (gabah nyari di sawah) paling dapat setengah ember. Cari ikan kecil-kecil di kali (sungai) untuk dijual lagi. Ada aja (yang beli) kalau kasihan mah," ujarnya.
Baca Juga: Kisah Eros Jatuh Miskin saat Wabah Corona, Akhirnya Jadi Manusia Karung
Salah satu warga setempat yang berupaya membantu Nenek Rusmini mengaku sudah berusaha agar sang nenek bisa mendapatkan bantuan dengan mengumpulkan KTP dan KK dalam pendataan bantuan. Namun kenyataannya, hingga kini tak pernah sekalipun Rusmini menikmati bantuan.
"Iya enggak pernah dapat, paling sedekah itu (dapatnya dari warga), (bantuan dari) pemerintah mah enggak pernah dapat. Bantuan corona ini enggak dapat," kata warga setempat Marfuah.
Kontributor : Yandhi Deslatama
Berita Terkait
-
Cerita Pilu Nenek Nursiah, Janda Miskin yang Hidup di Rumah Sitaan Bank
-
Cerita Nenek Miskin di Tengah Pandemi: Hidup Sendiri, Rumah Nyaris Ambruk
-
Demi Menyambung Hidup Keluarganya, Pemulung Ini Nekat Curi 4 Kilogram Beras
-
Hidup Sendiri dan Cari Makan dari Rongsok, Bocah Ini Bikin Netizen Terenyuh
-
500 Juta Orang Diprediksi Jatuh Miskin Imbas Covid-19
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Ibu Rumah Tangga Jadi Pengedar, Ambil 3.453 Paket Sabu di Tong Sampah Minimarket Bojonegara
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman
-
Sering Kirim Santri ke Luar Negeri, Ponpes Darul Quran Tangerang Dibekali Ini
-
Libur Sekolah Dongkrak Mobilitas Udara, Jutaan Penumpang Diprediksi Padati Bandara
-
Pertamax Naik Rp4.000 Per Liter, Warga Tangerang Ramai-ramai Turun Kelas ke Pertalite