SuaraBanten.id - Terduga teroris yang ditangkap di Pandeglang ternyata seorang pengusaha bengkel mobil. Dia ditangkap di rumah besarnya.
Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto membenarkan Detasemen Khusuh atau Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap terduga teroris berinisial A.
A merupakan warga Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Pria yang sehari-hari merupakan pengusaha bengkel mobil di Kabupaten Pandeglang itu. Pengusaha itu ditangkao, Kamis (30/4/2020) sekitar pukul 18.30 WIB.
“Oh itu, itu langsung dari Densus 88 (Penangkapannya), kira mendampingi,” kata Sofwan melalui sambungan, Jumat sore
Menurut Sofwan, A diduga ada keterlibatan dengan terduga teroris yang sebelumnya diamankan oleh Densus 88 di Waringinkurung, Kabupaten Serang.
Menurut Sofwan, saat akan melakukan penangkapan, Densus 88 memberikan info dan pihak Polres Pandeglang melakukan pendampingan.
“Ya kita melakukan pendampingan, karena itu kan hasil pemeriksaan dari terduga teroris yang ditangkap di sana. Jadi ini hasil pengembangan, dari pemeriksaanya ya ada keterkaitan dengan yang ditangkap ini,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
SBY dan Dua Tokoh Dunia Bertemu dalam Satu Panggung untuk Pertama Kalinya di NICE
-
Cuma Gara-gara Utang Rp500 Ribu dan Diludahi, Pria di Cikupa Tega Habisi Nyawa Teman
-
Kenaikan Insentif Guru Honorer Cuma Rp100 Ribu, Mendikdasmen Panen Cibiran
-
Badak Langka Musofa Mati Setelah Dipindahkan: Benarkah Karena Penyakit Kronis, atau Ada Hal Lain?
-
Bukan Sekadar Teori: Kisah Mahasiswa IPB 'Menyatu' dengan Kota Kuasai Skala Lanskap Sesungguhnya