Sementara itu, Humas RSUD Kota Tangerang dr Tintun menjelaskan kejadian tersebut. Dirinya membenarkan seorang nenek dibawa dengan naik becak ke RSUD Kota Tangerang. Namun, sesampainya pasien tersebut telah keadaan meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan dokter jaga di RSUD Kota Tangerang.
“Beliau dibawa naik becak dari sebuah klinik. Pasien pada saat dibawa ke RSUD Kota Tangerang dalam keadaan sudah meninggal, dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga di lobby,” jelas Tintun saat dikonfirmasi BantenNews.co.id, Jumat (24/4/2020).
Lebih lanjut, dikarenakan pihaknya tidak tahu penyebab meninggalnya pasien, dokter jaga menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit yang terdekat dengan RSUD Kota Tangerang untuk dilakukan visum dan pemulasaraan.
“Dan sempat juga disarankan untuk minta diantar mobil 119, tapi ternyata tidak bisa, kendaraan tersebut sedang dipakai mengantar pasien,” pungkasnya.
Pihaknya pun telah menawarkan untuk diperiksa lanjutan di IGD RSUD Kota Tangerang dengan protokol Covid-19 bagi jenazah. Karena telah ditetapkan sebagai rumah sakit khusus rujukan Covid-19.
“Otomatis semua prosedur harus mengikuti protokol Covid-19. Dan pihak keluarga yang mengantar harus diperiksa dan melakukan isolasi sesuai protokol, namun ditolak oleh pihak keluarga,” ucap Tintun.
Berita Terkait
-
Pameran Life is Pattern Hadir di Tangerang, Suguhkan Instalasi Arsitektur Imersif
-
Kemensos Terima Hibah Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang
-
Misteri Kakek 75 Tahun Tewas Tergantung di Taman Pramuka, Barang Berharga Masih Utuh
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Polisi Segera Gelar Perkara! Usut Laporan Firdaus Oiwobo Terhadap Eks Ketua BEM UGM Tyo Ardianto
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Ibu Rumah Tangga Jadi Pengedar, Ambil 3.453 Paket Sabu di Tong Sampah Minimarket Bojonegara
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman