SuaraBanten.id - Atek dan Yuli Nur Amelia adalah korban wabah corona. Mereka melarat karena virus corona. Kisah mereka viral membuat publik mengelus dada.
Kisah pertama Atek. Lelaki berusia 40 tahun ini warga Jalan Mawar, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Medan, Sumatera Utara. Atek nekat mencuri satu karung beras ukuran 5 kilogram.
Dia nekat mencuri beras karena tak memunyai uang untuk membeli. Atek kelaparan. Dia terpaksa berhenti bekerja ketika ada wabah virus corona covid-19.
Saat tepergok melakukan aksinya, Atek sempat menjadi bulan-bulanan massa. Namun, polisi secara sigap datang dan mengamankan Atek.
Kepala Polsek Medan Baru Komisaris Polisi Martuasah Tobing, seperti dikutip Suara.com dari Kabarmedan.com, Selasa (21/4/2020), mengatakan Atek kedapatan mencuri lima kilogram beras dari satu warung di Jalan Cinta Karya, Kecamatan Medan Polonia, Medan.
Setelah mendapat informasi tersebut, polisi langsung menuju ke lokasi dan ternyata antara Atek dan pemilik warung sudah berdamai.
"Petugas kemudian memeriksa ke rumah Atek. Sesampainya di lokasi, petugas hanya menemukan Atek seorang diri,” kata Martuasah.
Sebab, kata dia, istri dan dan ketiga anaknya telah meninggalkan dia. Mereka lebih memilih tinggal bersama orangtua sang istri.
Tobing mengatakan, Atek kesehariannya bekerja sebagai tukang bubut. Namun, akibat penyebaran Covid-19 ini, membuat pekerjaannya terkendala pendapatannya semakin hari semakin menurun.
Baca Juga: Sembari Menangis, Syekh Ali Jaber: Jangan Keras Kepala, Ramadhan di Rumah
"Dia juga mengaku pernah mendapat bantuan beras. Namun, ia lebih memilih memberikan beras itu kepada istrinya untuk keperluan makan istri dan ketiga anaknya," katanya.
Karena tidak lagi ada yang bisa dimakan dan tidak mempunyai uang untuk membeli makanan, lanjut Martuasah, maka Atek terpaksa mencuri bahan makanan itu.
"Kemudian petugas kami memberikan bantuan sekadarnya berupa satu karung beras, telur satu papan dan sejumlah uang," ujarnya.
Lain kisah, Yuli Nur Amelia. Warga Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang itu meninggal dunia, Senin (20/4/2020). Yuli Nur Amelia tak makan selama 2 hari, dia kelaparan.
Selama 2 hari itu Yuli Nur Amelia hanya minum air putih. Hal itu karena selama wabah Corona, suaminya yang hanya menggantungkan hidup dari menjual barang bekas tak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebelum meninggal, perempuan berusia 42 tahun dan keluarganya itu harus menjalani hari-hari yang menyedihkan selama Banten KLB virus corona.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mencari Penyebab KMP Batumandi Terbakar, Awak Kapal hingga Penumpang Diperiksa
-
Masih Berasap, Basarnas Lakukan Pendinginan KMP Batumandi, 89 Kendaraan Diduga Ikut Terbakar
-
16 Penumpang KMP Batumandi Terbakar Alami Luka, Ada yang Patah Tulang dan Gangguan Pernapasan
-
KMP Batumandi Terbakar Bawa 420 Penumpang dan 89 Kendaraan, Dirut ASDP Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
-
KMP Batumandi Terbakar, Tiga Tugboat PT PCM Bantu Pemadaman dan Evakuasi Penumpang