SuaraBanten.id - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan masih banyak yang harus dibenahi dalam penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak.
Dia menyebut, salah satu yang harus dibenahi yakni pelayanan dasar, seperti lokasi pengungsian yang memenuhi standar keamanan dan kenyamanan para korban bencana.
"Pertama harus dipastikan bahwa para korban bencana banjir di sini harus mendapatkan pelayanan dasarnya cukup, terutama kesehatan. Kemudian kebutuhan makan sehari-hari, kemudian juga tempat penampungan sementara yang layak," kata Muhadjir saat meninjau korban banjir bandang dan tanah longsor di posko pengungsian di Kecamatan Lebak Gedong Kabupaten Lebak pada Sabtu (04/01/2020).
Untuk menyambungkan akses perkampungan yang jembatannya terputus, Muhadjir mengatakan telah meminta bantuan ke pihak TNI agar menyediakan jembatan sementara yang biasa digunakan untuk dilokasi pertempuran.
Jembatan itu nantinya juga akan memudahkan evakuasi dan mengirimkan bantuan logistik ke warga korban bencana banjir bandang serta tanah longsor di Kabupaten Lebak.
"Tadi Pak Kepala BNPB sudah berinisiatif akan minta bantuan dari panglima TNI, dari zeni bangunan untuk membangun jembatan sementara yang bisa dilalui. Paling tidak ada tiga yang dibutuhkan, karena kalau menunggu proses dari kementerian agak lama. Kalau dari TNI sudah ada, biasanya untuk perang sudah ada jembatan yamg dibangun dalam waktu yang singkat, sehingga bisa dilalui oleh masyarakat," terangnya.
Ketersediaan obat-obatan pun akan dipenuhi oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes), agar kondisi kesehatan para korban bencana alam tetap terjaga dan tidak jatuh sakit selama di pengungsian.
"Yang penting di jamin kesehatannya dulu, nanti saya akan minta Kemenkes untuk menjamin obat-obatannya, terutama multivitamin untuk mereka," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengemukakan, penyaluran distribusi bantuan dan evakuasi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak yang masih terisolir akan menggunakan helikopter.
Baca Juga: Pembalakan dan Tambang Liar Sebabkan Banjir Lebak, Polisi: Akan Didalami
"Nanti BNPB bekerjasama dengan TNI telah menyiapkan satu unit heli yang akan digunakan beberapa hari di wilayah ini, terutama untuk mendorong logistik dan mengevakuasi korban-korban yang mungkin membutuhkan perawatan kesehatan," kata Kepala BNPB, Doni Monardo, saat meninjau posko pengungsian di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (04/01/2020).
Doni mendapat laporan dari Bupati Lebak, telah ada delapan jenazah korban banjir bandang dan longsor yang telah ditemukan. Diperkirakan, jumlah korban jiwa akan terus bertambah karena masih terus dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.
"Berdasarkan laporan sementara dari Ibu bupati, terdapat sejumlah delapan korban meninggal, enam orang tertimbun kemudian dua orang hanyut, satu belum ditemukan," terangnya.
Sementara itu, dari data sementara yang diterima BNPB, setidaknya ada sekitar seribu rumah rusak, mulai dari tertimbun longsor hingga hanyut terbawa derasnya banjir bandang.
Penyebab bencana alam di Lebak tersebut, diduga akibat penggundulan hutan dan aktivitas pertambangan emas liar di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
"Berdasarkan laporan awal dari kepolisian daerah Banten, penyebab utama selain hujan yang sangat lebat di Gunung Halimun-Salak, adalah sejumlah tambang yang pecah. Jadi tambang yang sudah ditinggalkan itu ambrol, longsor dan membawa material bebatuan dan juga lumpur. Nah inilah yang menyapu sepanjang Sungai Ciberang ini dan menimbulkan kerugian yang cukup massif."
Berita Terkait
-
Pembalakan dan Tambang Liar Sebabkan Banjir Lebak, Polisi: Akan Didalami
-
Mendag Tinjau Pengungsian di Bekasi, Korban Banjir Minta Toilet Portabel
-
Pemprov Banten Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari
-
Dampak Banjir Bandang Lebak Makin Parah, 28 Jembatan Rusak
-
Update Banjir Bandang Lebak, 1.060 Rumah Rusak Berat, Warga Butuh Selimut
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang
-
Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan
-
Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda
-
Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut