SuaraBanten.id - Supriyadi, paman dari Husen, bocah nahas yang meninggal setelah tenggelam di bantaran Sungai Cisadane berharap pelayanan kesehatan di Kota Tangerang dapat dibenahi. Orang yang nekat membopong jenazah keponakannya ini mengaku sudah berulang kali menghubungi layanan ambulans milik Kota Tangerang namun tidak dapat.
Supriyadi tak dapat berbuat banyak saat melihat jenazah ponakan kesayangannya sudah terbujur kaku di Puskesmas Cikokol, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten.
Saat ditemui wartawan Suara.com, Supriyadi mengatakan ia pertama kali dapat kabar Husen meninggal dari istri tercinta. Kejadian yang merenggut nyawa Husen terjadi di seberang kampungnya.
"Saya dengar kabar dari istri. Kebetulan dia masuk di grup sekolah ponakan saya juga, saya langsung ke Puskesmas Cikokol untuk melihat langsung," ucap Supriyadi kepada Suara.com, Minggu (24/8/2019).
Setelah tiba di sebuah ruangan yang ada di Puskesmas Cikokol, dirinya mengaku tak dapat menahan air mata. Saat itu, dirinya mencoba tegar menghadapi kenyataan pahit ini.
"Saya lihat dia (Husein) sudah terbujur kaku. Saat itu ada enam orang petugas puskesmas yang tengah menangani jenazah ponakan saya," kata Supriyadi.
Karena waktu sudah sore dan mulai gelap, Supriyadi kemudian meminta kepada pihak Puskesmas untuk bisa mengantar jenazah Husein agar dapat disemayamkan. Namun, seorang petugas yang mengendarai mobil ambulance 119 milik Dinas Kesehatan Kota Tangerang ini mengaku tak dapat mengantar jenazah Husein dengan mobil yang yang ada di puskesmas itu.
"Waktu saya minta antar petugasnya bilang mobil yang ada tidak dapat mengantar jenazah, dan hanya dapat digunakan untuk kegawatdaruratan serta merujuk," ucapnya.
Setelah diberikan pemahaman itu pada petugas, kata Supriyadi, dirinya meminta bantuan agar dapat menghubungi layanan ambulance di Kota Tangerang. Saat itu di panggilan pertama layanan tersebut menjawab panggilan Supriyadi.
Baca Juga: Kisah Balita 3 Hari Peluk Jenazah Ayah, Ini Keadaannya Terakhir
"Pertama di jawab. Kemudian putus, mungkin sinyalnya jelek. Saya coba lagi beberapa kali dan tidak ada respon, disitu saya bingung," kata dia.
Lantaran matahari sudah mulai tenggelam orang yang pernah bekerja di RSUD Kabupaten Tangerang ini akhirnya memutuskan untuk membopong jenazah Husein ke rumah tanpa harus menunggu ambulance.
"Saya cuma kepikiran ini sudah sore, ponakan saya harus segera di kebumikan. Saya sudah dua jam di puskesmas tapi tidak ada ambulance jadi saya bawa sendiri jenazahnya," ujarnya.
Saat itu, ia hendak menaiki Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) namun masyarakat yang melihat ia membopong jenazah Husein dengan di tutup kain coklat langsung memanggilnya.
"Kebetulan ada orang yang lagi mau jemput anaknya di dekat puskesmas. Saya disuruh masuk ke mobil sama dia, dan Alhamdulillah dia nganterin sampe rumah, bahkan dia sempat lama dirumah saya," ujarnya.
Atas kejadian ini Supriyadi mengaku tidak menaruh dendam pada petugas yang menolak mengantarkan jenazah keponakannya. Terlebih lagi kata dia, petugas tersebut tidak dapat melanggar aturan yang telah ditetapkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi