SuaraBanten.id - Dalam waktu dekat, tim gabungan dari Polres Serang Kota bersama Polda Banten memastikan bakal menangkap pelaku pembantaian satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten.
"Dalam waktu dekat akan kita kasih informasi kepada media, bahwa pelaku sudah kita tangkap," kata Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi ketika ditemui di sela-sela pemberian air bersih di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten pada Senin (19/08/2019).
Identitas pelaku berhasil diidentifikasi, setelah tim gabungan memeriksa 12 saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Belasan saksi tersebut terdiri dari tetangga dan keluarga korban yang diduga mengetahui tragedi berdarah pada Selasa (13/8/2019) sekitar pukul 02.00 wib.
"Sekarang ada 12 saksi yang diperiksa. Sebagian tetangga dan keluarga korban. Terduga pelaku diluar 12 saksi itu," jelasnya.
Hasil olah TKP dan keterangan saksi, kemudian dijadikan alur cerita atau kronologis oleh pihak kepolisian. Sehingga ditemukan jalan cerita yang utuh. Namun, guna kepentingan penyelidikan, pihak kepolisian belum bisa menceritkannya ke publik.
"(Pelaku) pembunuhan kita periksa saksi-saksi, kemudian ada beberapa yang di indikasikan sebagai pelaku sedang kita dalami, apakah benar dugaan kita benar ke arah orang tersebut. Pelaku sudah mulai teridentifikasi," katanya.
Untuk diketahui, kasus pembunuhan satu keluarga ini terjadi di rumah keluarga Rustiadi di Kampung Gegeneng RT 1, RW 1, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Selasa (13/8/2019).
Rustadi tewas mengenaskan bersama anaknya, Alwi yang masih berusia empat tahun. Sedangkan sang istri, Siti Saadiah lolos dari maut setelah ikut menjadi korban pembunuhan. Siti kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka akibat kebrutalan para pelaku.
Diduga, motif pembunuhan itu karena para pelaku menyimpan dendam dengan Rustiadi.
Baca Juga: Sembilan Saksi Pembantaian Satu Keluarga di Banten Diperiksa, Ini Hasilnya
Kontributor : Yandhi Deslatama
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Oknum ASN Satpol PP Cilegon Nyambi Jadi Pengedar Sabu, Polisi Sita 78 Paket Siap Edar
-
Pecat Ketua RW Sepihak, Kepala Desa Curug Wetan Dilaporkan ke Ombudsman
-
Layanan Pajak Pindah ke Kelurahan? UPT Pajak Cilegon Segera Dibubarkan demi Hemat Biaya
-
Ruang Rawat Inap RSUD Berkah Pandeglang Ambruk, Pasien Panik Berhamburan Selamatkan Diri
-
Viral Video Pengakuan Pelajar Magang Dilecehkan di Greenotel Cilegon, Polisi Mulai Periksa Terlapor