SuaraBanten.id - Petugas Kepolisian Resor (Polres) Cilegon Banten mengungkap modus yang dilakukan kawanan penipuan uang palsu yang beraksi di kawasan PCI Kota Cilegon, Selasa (7/5/2019).
Dari penjelasan Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso pelaku berjumlah empat orang yang berhasil ditangkap petugasnya. Keempat pelaku tersebut adalah B Rosi (46), Dedy Wijaya (35), Irwan (38) dan Jamal Hasan (57).
Rizki mengemukakan komplotan tersebut telah beroperasi lintas wilayah, selama empat tahun terakhir. Sehingga ada beberapa korban yang tertipu akibat perbuatan komplotan tersebut dengan kerugian hingga Rp 400 juta.
"Sebelumnya anggota kita dari Satreskrim dan dibantu dari Satlantas, berhasil mengamankan empat tersangka penipuan, atau tepatnya percobaan penipuan. Korbannya seorang ibu-ibu yang telah mengambil uang di Bank BRI," katanya, Rabu (8/5/2019).
Dikemukakan Rizki, keempat pelaku tersebut menjalankan modusnya dengan menyamar sebagai pegawai bank dan mereka seolah-olah meminta tolong ke korbannya untuk membantu menukarkan uang asing.
"Ada juga yang membuang nametag palsu, dari salah satu bank yang diduga menjadi media penipuan mereka," katanya.
"Kita masih mencoba menggali korban lain, pengakuan mereka beroperasi lintas kota di empat wilayah. Satu korban (penipuan) lagi melapor ke kita (Polres Cilegon), warga Cilegon kerugiannya Rp 400 juta," terangnya.
Tak hanya mata uang rupiah yang mereka palsukan, ada juga mata uang Brasil, Belarusia, hingga Brunei Darussalam. Barang bukti yang disita selain nata uang negara asing, Ada juga rupiah pecahan Rp 100 ribu berjumlah Rp 12 juta, uang pecahan Rp 50 ribu senilai Rp 5 juta dan satu unit avanza putih berplatnomor B 2941 BOP.
"Pelaku percobaan penipuan, terhadap korban seorang ibu-ibu yang baru mengambil uang di bank BRI. Modusnya meminta ibu itu menukarkan uang asing, yang mana uang asing tersebut, apabila ditukarkan dalam uang rupiah berjumlah Rp 50 juta," jelasnya.
Baca Juga: Pengedar Uang Palsu Lintas Provinsi, Ditangkap Saat Beraksi
Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan maksimal empat tahun penjara.
Untuk diketahui, empat pelaku pengedar uang palsu yang beraksi ditangkap di pinggir jalan, dekat Perumahan Cilegon Indah Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten.
Kawanan pelaku tersebut diketahui merupakan pengedar uang palsu lintas provinsi yang melakukan aksinya di Pulau Jawa dan Sumatera.
Kontributor : Yandhi Deslatama
Berita Terkait
-
Pengedar Uang Palsu Lintas Provinsi, Ditangkap Saat Beraksi
-
April Mop, Bank Indonesia: Jangan Sampai Tertipu Uang Palsu
-
Belanja Sayuran Pakai Uang Palsu, Ibu Ini Ditangkap Polisi
-
Heboh, Polisi Temukan Ratusan Miliar Uang Palsu Tersimpan di Bank
-
Gubernur BI Minta Penanganan Uang Palsu Tak Dikaitkan dengan Pemilu
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Ibu Rumah Tangga Jadi Pengedar, Ambil 3.453 Paket Sabu di Tong Sampah Minimarket Bojonegara
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman