- Seorang janda bernama Bedah dan keluarganya sempat mendirikan tenda darurat di kebun Kecamatan Setu karena menunggak kontrakan.
- Camat Setu bersama lurah mendatangi lokasi dan memastikan Bedah kini telah mendapatkan tempat tinggal kontrakan baru di Kelurahan Babakan.
- Pemerintah Kota Tangerang Selatan memantau kondisi ekonomi Bedah yang bekerja serabutan serta terdaftar sebagai penerima bantuan sosial pemerintah.
SuaraBanten.id - Nasib malang dialami seorang janda di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Ibu dan anaknya harus mengungsi sementara di sebuah tenda di kebun lantaran tak bisa membayar biaya kontrakan.
Videonya saat mengungsi di sebuah tenda terpal viral di media sosial. Warga tersebut diketahui bernama Bedah, tinggal di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel.
Warga sekitar yang mengaku bernama Sarman mengatakan, Bedah mulai mengungsi di tenda darurat di area kebun itu sekira hari Minggu-Senin kemarin.
"Dia semaleman doang di sini, sama tiga anaknya, dan satu cucu. Dia biasa kasak kusuk di kebon," katanya ditemui, Selasa, 6 September 2026.
Baca Juga:Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan
Menurutnya, saat ini Bedah dan keluarganya sudah kembali ke kontrakkan setelah ada pihak yang membantu usai viral di media sosial.
Camat Setu Bunga Pranatalia Putri mengatakan, pihaknya bersama Lurah Babakan sudah mendatangi Ibu Bedah itu setelah mendapat informasi dari pihak lingkungan.
Dari hasil penelusuran langsung, pada 5 Oktober 2026, diketahui Ibu Bedah sebelumnya mengalami persoalan dengan pemilik kontrakan. Bedah disebut menunggak pembayaran kontrakan selama tiga bulan.
“Saya tanya kenapa sampai mendirikan tenda di tanah kosong itu, ternyata ada konflik pribadi bersama dengan penyewa yang lama. Karena yang bersangkutan nunggak selama tiga bulan dan mungkin ada tagihan-tagihan yang berkala diajukan oleh pemilik kontrakan sehingga Bu Bedah merasa terganggu akhirnya memutuskan seperti itu,” kata Bunga, di kantornya, Selasa, 9 September 2026.
Saat tinggal di tanah kosong, Bu Bedah mengaku tidur seorang diri di dalam tenda. Sementara anak-anaknya mengungsi di rumah tetangga.
Baca Juga:Ratusan Ribu Warga Banten Terpapar Influenza A, Dinkes: Penularan Cepat
Bedah, Kata Bunga, saat ini sudah mendapatkan kontrakan baru di RT 3/RW 3, Kelurahan Babakan. Tetapi belum sepenuhnya menempati kontrakan tersebut.
“Kemarin tanggal 5 Oktober saya beserta Pak Lurah Babakan, Pak Teten, sudah mengunjungi rumah kediaman Bu Bedah yang terbaru, yaitu di RT 3 RW 3 Babakan,” ujar Bunga.
Pemerintah kemudian membersihkan lokasi tanah kosong yang sebelumnya digunakan Bu Bedah untuk mendirikan tenda. Tenda dan barang-barang miliknya sudah diangkat sehingga lokasi tersebut kini telah bersih.
Bunga menuturkan, janda malang itu merupakan pendatang asal Sukabumi dan sudah lama menjadi pemegang KTP Kota Tangerang Selatan.
Bahkan, Bedah tercatat sebagai penerima sejumlah program bantuan pemerintah, termasuk bantuan yang berkaitan dengan P3KE, kemiskinan ekstrem, dan PKH.
Kondisi ekonominya tergolong rentan karena saat ini tidak memiliki pekerjaan tetap dan bekerja serabutan, mulai dari buruh cuci hingga setrika rumah tangga.