- BNPB memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Banten menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berstatus Level III Siaga.
- Tim BNPB memeriksa sistem peringatan dini, jalur evakuasi, dan titik aman di Pandeglang, Serang, serta Cilegon.
- Masyarakat diminta memahami jalur evakuasi dan tidak hanya mengandalkan peralatan untuk menghadapi potensi bahaya tsunami.
Temuan tersebut menjadi salah satu catatan penting karena sistem peringatan dini harus dapat berfungsi optimal ketika masyarakat membutuhkan informasi secara cepat.
Sementara di Desa Sumberjaya, rambu evakuasi telah tersedia menuju dua titik evakuasi akhir, yakni Kampung Pasir Malang dan kawasan hunian tetap. Tower sirene tsunami di halaman Kantor Kecamatan Sumur juga dipastikan dapat beroperasi.
Desa tersebut telah memiliki SOP peringatan dini tsunami dan dalam setahun terakhir melaksanakan kegiatan gladi.
Di Desa Panimbangjaya, pemahaman masyarakat terhadap risiko tsunami dinilai cukup baik. SOP telah tersedia, tower sirene di halaman Kantor Kecamatan Panimbang berfungsi, sementara peta jalur evakuasi di depan kantor desa berada dalam kondisi baik.
Baca Juga:Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Jalur Evakuasi hingga Sirene Dicek
Pemeriksaan serupa dilakukan di Kabupaten Serang. Di Desa Salira, BNPB menemukan peta bahaya, rambu dan jalur evakuasi menuju **lima titik aman** telah tersedia.
Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) juga aktif membantu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. SOP peringatan dini tersedia dan tower sirene di kantor desa dalam kondisi baik.
Di Desa Karang Suraga, relawan berperan menyampaikan informasi keselamatan kepada masyarakat dan pengunjung Pantai Anyer. Kawasan tersebut memiliki peta serta rambu evakuasi menuju enam titik aman, dilengkapi SOP dan sirene.
Sedangkan di Desa Anyar, peta dan rambu evakuasi telah tersedia. Tower sirene di SMPN 1 Anyar juga dilaporkan berfungsi dengan baik.
Baca Juga:Lima Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Kerahkan Dukungan dan Kawal Pencarian
Di Kota Cilegon, assessment dilakukan di Kelurahan Kubangsari. Pemahaman masyarakat terhadap risiko tsunami dinilai cukup baik. Fasilitator kelurahan juga masih aktif menyebarkan perkembangan situasi melalui grup WhatsApp.
SOP peringatan dini tersedia dan tower sirene di belakang kantor kelurahan dipastikan berfungsi normal.
BNPB Ingatkan Jangan Hanya Andalkan Alat
BNPB menilai kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya dengan memasang sirene atau rambu evakuasi. Masyarakat harus mengetahui apa yang dilakukan ketika peringatan dikeluarkan.
Karena itu, assessment juga mencakup mekanisme penyebaran informasi, SOP, jalur evakuasi, titik aman, kapasitas masyarakat serta peran relawan.
BNPB mendorong pemerintah daerah memastikan seluruh sarana tersebut diperiksa dan dipelihara secara berkala. Ketersediaan peralatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat.