- Kebiasaan konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan santan setelah Idul Fitri dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
- Beberapa penyakit yang diwaspadai pasca-Lebaran antara lain diare, tekanan darah tinggi, dan lonjakan gula darah.
- Asupan berlebihan daging, jeroan, serta makanan tinggi lemak jenuh berpotensi menyebabkan kolesterol tinggi dan asam urat.
SuaraBanten.id - Di Hari Raya Idul Fitri banyak momen selalu identik dengan kebersamaan, hidangan lezat, dan pola makan yang berubah drastis.
Setelah sebulan penuh berpuasa, tubuh kembali dibanjiri berbagai makanan tinggi lemak, gula, dan santan yang tersaji di meja makan.
Tanpa disadari, kebiasaan ini, jika tidak diatur dengan bijak, bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang kerap muncul usai Lebaran.
Berikut beberapa penyakit yang perlu diwaspadai:
Baca Juga:Pesan Wali Kota Cilegon di Hari Idul Fitri 1447 H, Perkuat Kemenangan Spiritual
1. Diare
Makanan yang tidak higienis atau terlalu lama disimpan saat silaturahmi bisa menyebabkan Diare. Kondisi ini sering terjadi saat banyak makanan disajikan berulang kali.
2. Tekanan Darah Tinggi
Makanan tinggi garam dan lemak bisa memicu Hipertensi, terutama bagi yang sudah memiliki riwayat sebelumnya. Gejalanya bisa berupa pusing, leher kaku, hingga mudah lelah.
3. Gula Darah Naik
Baca Juga:Muhammadiyah Lebak Lebaran Lebih Awal, Cek 5 Titik Lokasi Shalat Id di Rangkasbitung dan Sekitarnya
Kue manis, sirup, dan minuman kemasan dapat menyebabkan lonjakan gula darah, terutama pada penderita Diabetes Melitus. Jika tidak dikontrol, kondisi ini bisa berbahaya.
4. Kolesterol Tinggi
Hidangan seperti opor ayam, rendang, dan kue kering mengandung lemak jenuh yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko Hiperkolesterolemia. Gejalanya sering tidak terasa, tetapi dalam jangka panjang bisa memicu penyakit jantung.
5. Asam Urat
Daging merah, jeroan, dan makanan tinggi purin menjadi pemicu utama Asam urat. Jika berlebihan, bisa menyebabkan nyeri sendi mendadak, terutama di kaki.
6. Gangguan Pencernaan