Meski begitu, Yoyoh mengaku, dengan kondisi tempat mencuci ada di sisi sawah dan semak belukar dengan pohon bambu yang rimbun, di tak berani jika harus mencuci sendirian.
Bahkan, dirinya membatasi hingga jam-jam tertentu untuk mencuci di saluran kali itu.
"Sebelum jam lima, harus udah nyuci dan harus bareng-bareng kalo sendiri ga berani. Ya kan kondisinya begini, dikelilingin pohon bambu dan terbuka. Lebih khawatir kalau sendirian dan udah sore," bebernya.
Saat berbincang dengan suara.com dan wartawan lainnya, Yoyoh mencuci ditemani satu anaknya yang gadis dan tetangganya Yati.
Baca Juga:Rekomendasi NasDem Berlabuh ke Riza Patria-Marsehel Widianto
Sayangnya, Yati enggan bercerita banyak. Dia hanya menimpali apa yang dikatakan Yoyoh sambil bercanda menikmati aktivitas mencuci pakaian keluarganya di saluran kali pembuangan Lubana Sengkol itu.
Baik Yoyoh dan Yati berharap, wacana pembangunan sumur bor dari Pemerintah Kota Tangsel segera direalisasikan.
Pasalnya, semenjak wacana itu diungkapkan ke warga pada 2023 lalu, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan sumur bor itu akan dibangun.
"Minta diadain sumur bor. Saluran PAM adanya di perumahan, di kampung mah nggak ada," ungkapnya.
Diketahui, perkampungan warga yang kekeringan akibat musim kemarau itu berada di sekitar area perumahan Serpong Lagoon. Di kawasan itu, ada tempat wisata air keluarga yang memanfaatkan air dari kali sekitar.
Baca Juga:Rekomendasi NasDem Berlabuh Riza Patria-Marsehel Widianto
Sayangnya, pasikan air yang melimpah dan pengolahan air bersih yang berada di dalam perumahan itu tak dapat dinikmati warga sekitar selain warga yang tinggal di perumahan.