SuaraBanten.id - Sebanyak ratusan warga Kota Cilegon, Banten terdampak bau kimia menyengat akibat dugaan kebocoran gas dari PT Chandra Asri Pascific atau PT CAP pada Sabtu (20/1/2024).
Ratusan masyarakat terdampak bau kimia itu berasal dari delapan empat kecamatan. Keempat kecamatan itu yakni, Ciwandan, Grogol, Pulomerak dan Citangkil
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Ratih Purnamasari mengatakan, pada Minggu (21/1/2024) kemarin hingga Senin (22/1/2024) dilaporkan ada 360 orang yang terdampak akibat menghirup bau kimia menyengat yang berasal dari PT CAP.
"Yang terdampak Ciwandan 106, Grogol 190, Pulomerak 36, dan Citangkil 25 orang. Terus ada tambahan lagi hari ini 3 orang. Yang terdampak laki-laki 98 dan perempuan 262," ungkapnya dikutip dari Bantennews (Jaringan SuaraBanten.id), Senin (22/1/2024).
Baca Juga:Balita di Sepatan Timur Tewas Digigit Ular Kobra
Ratih mengungkapkan, dari 360 orang yang terdampak tersebut, 10 di antaranya yang berasal dari Ciwandan 7 orang dirawat di Puskesmas Ciwandan, dan 3 lainnya dirujuk ke RSUD Cilegon.
"Yang 7 orang itu sudah pulang kemarin dari Puskesmas Ciwandan, tapi hari ini nambah lagi 2 orang anak-anak usia 3 dan 6 tahun. Terus yang 3 orang di RSUD masih dirawat inap dan hari ini nambah 1 orang," ungkapnya.
Kata Ratih, saat insiden bau kimia menyengat atau gas dari PT CAP itu, Dinkes Kota Cilegon bersama Puskesmas setempat langsung memberikan penanganan terhadap warga yang terdampak.
"Penanganannya tetap kita pasang infus, berikan obat sesuai gejalanya, dan masyarakat wajib menggunakan masker biak keluar rumah. Yang sesak ada oksigen juga. Dampak gejalanya ada pusing, mual, muntah, mulutnya terasa pahit, banyak masyarakat yang merasakan kaki dan tangannya dingin," paparnya.
Sebagian besar dari masyarakat yang terdampak bau menyengat menjalani rawat jalan. Untuk yang dirujuk ke rumah sakit dan dirawat di Puskesmas Ciwandan lantaran warga tersebut kondisinya memburuk dan gejala yang dirasakan tidak kunjung membaik.
Baca Juga:Hujan Lebat Timbulkan Longsor, 12 Rumah Roboh Satu Madrasah di Lebak Rusak
"Ada yang kita rujuk dengan alasan masih kecil kemudian susah pemasangan infusnya gak bisa, kita rujuk ke rumah sakit, itu anak-anak. Ada lagi yang 2 itu sudah kita terapi ternyata gejalanya makin berat, makanya kita rujuk," ujar Ratih.
- 1
- 2