PLTU di Banten Disebut Jadi Biang Kerok Polusi Udara Meningkat, Kadis DLH Banten Buka Suara

PLTU di Banten dituding sebagai 'biang kerok' tercemarnya udara di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Hairul Alwan
Kamis, 17 Agustus 2023 | 15:44 WIB
PLTU di Banten Disebut Jadi Biang Kerok Polusi Udara Meningkat, Kadis DLH Banten Buka Suara
Ilustrasi Polusi Udara- Sejumlah PLTU di Banten disebut-sebut menjadi penyebab polusi udara di DKI Jakarta dan sekitarnya meningkat. (Freepik)

"Enggak (berdasar) tuduhan itu (PLTU Banten jadi penyebab pencemaran udara di Jakarta). Bukan dari industri (polusi di Jakarta dan Tangerang), tapi dari emisi kendaraan. Kemudian dari cuaca ekstrem dan tidak adanya hujan juga turut mempengaruhi," ujar Wawan.

Meski begitu, Wawan pun tak menampik bahwa kualitas udara di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, termasuk Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan sudah tercemar.

Karena itu, saat ini pihaknya telah melakukan MoU bersama Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan kualitas udara yang terjadi saat ini.

"Kita sudah melakukan rapat terbatas bersama Pak Presiden. Memang kualitas udara di Jabodetabek ini sudah rusak. Dan 3 provinsi, DKI Jakarta, Banten dan Jabar ini sepakat MoU menyelesaikan permasalahan kualitas udara ini," kata Wawan.

Baca Juga:Jakarta Darurat Polusi, Heru Budi Sebut Kementerian Terkait Bakal Rapat Maraton Cari Solusi

Untuk diketahui, terdapat 10 PLTU di Provinsi Banten, di antaranya :

  1. PLTU Banten Suralaya: 8 unit - 4.025 mw
  2. PLTU Cemindo Gemilang: 1 unit - 60 mw
  3. PLTU Merak: 2 unit - 120 mw
  4. PLTU Cilegon PTIP: 1 unit - 40 mw
  5. PLTU Jawa-7: 2 unit - 1.982 mw
  6. PLTU Banten Labuan: 2 unit - 600 mw
  7. PLTU DSS Serang: 4 unit - 175 mw
  8. PLTU Banten Lontar: 3 unit - 945 mw
  9. PLTU Banten Serang: 1 unit - 660 mw
  10. PLTU PT Krakatau Daya Listrik : 1 unit - 400 mw

Kontributor: Yandi Sofyan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini